Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yiguandao

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 16) - Serba Rahasia

Serba Rahasia Era internet dan sosial media yang begitu pesat telah membawa perubahan besar gaya hidup pada generasi-generasi muda di hampir semua negara. Kebiasaan orang yang banyak mengakses informasi melalui internet membuat banyak juga agama-agama di dunia yang mulai mengikuti perubahan gaya hidup tersebut dengan juga ikut mengupload semua ajaran-ajaran agama mereka di platform internet maupun sosial media, seperti youtube, tiktok, instagram, facebook, twitter ataupun threads. Tapi bila anda amati, hal tersebut tidak terjadi di kalangan Yiguandao. Aliran Yiguandao terutama yang ada di Indonesia hampir tidak ada yang mengupload ajaran-ajaran dan ceramah-ceramahnya di internet. Bahkan rekaman kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas mereka di vihara sangat sedikit bisa anda temukan di platform-platfom populer seperti youtube maupun tiktok.  Dibandingkan dengan agama-agama lainnya, ada ciri khas yang seperti membedakan kelompok-kelompok Yiguandao dengan agama-agama ortodoks, yait...

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 15) - Apakah Yiguandao itu Agama Buddha?

Apakah Yiguandao itu Agama Buddha?  Ini adalah perdebatan yang tidak hanya berlangsung selama berapa puluh tahun terakhir, tapi juga sudah terjadi di masa-masa kerajaan Tiongkok. Salah satu hal yang paling sering dipertanyakan orang adalah Apakah Yiguandao itu adalah agama Buddha? Apakah Yiguandao itu adalah salah satu aliran dalam agama Buddha? Vihara Yiguandao Grup Baoguang di Taiwan Pada postingan ini, saya akan mencoba untuk membahas secara detail mengenai ini. Sebagai mantan penganut Yiguandao, sejujurnya selama 30 tahun lebih saya berkecimpung di sana, saya pribadi dulu juga selalu merasa diri saya sebagai salah satu umat agama Buddha. Jadi saya dulu merasa bahwa Yiguandao itu adalah salah satu aliran agama Buddha. Di masa itu saya hanya melihat segala sesuatu dari satu sudut pandang, yaitu sudut pandang yang didasarkan pada ceramah-ceramah yang diajarkan di fotang Yiguandao. Saya waktu itu tidak mengenal sedikitpun ajaran agama Buddha dan tidak mengetahui sejarah dan asal-us...

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 14) - Ajaran Yiguandao yang berasal dari Agama Lain

Ajaran Yiguandao yang berasal dari Agama Lain  Berbeda dengan agama-agama lain di dunia, Yiguandao sering dikatakan tidak mempunyai kitab sucinya sendiri. Sebenarnya kalau mau ditelusuri secara mendalam Yiguandao bukannya tidak memiliki kitab suci. Sumber-sumber ajaran dari Yiguandao sudah saya bahas secara detail di postingan saya sebelumnya (bagi yang belum baca, silahkan baca Bagian 5 ). Pada dasarnya sebenarnya Yiguandao juga memiliki kitab sucinya sendiri. Tidak hanya ada, malah jumlahnya cukup banyak, antara lain sebagai berikut: Surat dari Kampung Halaman Berisi 10 Petunjuk dari Wusheng Laomu (無生老母十指家書) Jawaban atas Keraguan dan Pertanyaan Mengenai Yi-guan Dao (一貫道疑問解答) Refleksi Mustika Silsilah Tao (道統寶鑑) Penjelasan Jawaban pada Kebenaran / Kitab Uraian Metafisika (性理題釋) Tujuan dari Tao (道之宗旨) Sutra Sejati Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan (彌勒救苦真經) Sutra Buddha Hidup Ci Kong Menyelamatkan Dunia (濟公活佛救世真經) Peraturan Buddha dari Ritual Sementara (暫訂佛規) Kisah Tuj...

Review Buku The Sacred Village: Social Change and Religious Life in Rural North China (2005) - Thomas David DuBois

Buku ini bercerita mengenai situasi dan kehidupan khususnya yang berhubungan dengan agama lokal yang ada di kabupaten Cang, provinsi Hebei, sebuah desa yang ada di daerah utara China. Cerita dalam buku ini menjadi semacam lensa untuk melihat isu yang lebih besar tentang bagaimana perspektif dan perilaku pedesaan Tiongkok dibentuk oleh perubahan sosial, politik, dan demografis yang terjadi dalam dua abad terakhir. Thomas DuBois menggabungkan sumber-sumber arsip baru dalam bahasa Tionghoa dan Jepang dengan penelitian lapangannya sendiri untuk menghasilkan sebuah karya yang menarik dan mendalam secara detail. Pembahasan dalam buku ini menjadi menarik karena juga mengambil case study Yiguandao yang sempat mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1930-1940-an. Di sini Thomas DuBois menjelaskan secara detail keadaan di desa tersebut, disertai dengan data-data penyebaran agama-agama yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di sana. Saya tidak membaca semua bab dalam buku ini, karena beberapa agam...

Studi tentang Yiguandao (Bagian 13) - 求道 Qiudao (Memohon Tao)

求道  Qiu Dao (Memohon Tao) Faktor utama yang membuat kalangan Yiguandao menganggap bahwa kelompok mereka merasa lebih tinggi status spiritualnya daripada agama-agama lainnya adalah karena merasa telah mendapatkan dan mempunyai Tao yang Agung, yang di dalam ajaran mereka itu adalah 3 mustika (pintu suci, ucapan suci, dan pertanda suci). Tao sendiri di Yiguandao dimaknai sebagai suatu jalan atau mustika, sangat berbeda dengan arti sebenarnya dari Tao yang tertulis dalam Tao Te Ching (Pemahaman mengenai Tao sudah saya bahas di Bab 6 ). Di Yiguandao, cara mendapatkan tiga mustika ini adalah dengan cara ritual upacara 求道 qiudao (memohon Tao) atau terkadang disebut 開光 kaiguang. Salah satu teori yang sering disampaikan oleh senior-senior Yiguandao biasanya akan menjelaskan bahwa 3 mustika ini sangatlah agung dan sifatnya rahasia, dan di zaman dulu tidak diturunkan sembarangan. Hanya orang-orang yang telah mengumpulkan jasa kebajikan yang cukup saja dan berjodoh saja barulah Lao Mu sec...

Review Buku: Popular Religion and Shamanism - Xisha Ma, Huiying Meng

Bagi saya pribadi, ini adalah salah satu buku terbaik yang menjelaskan sejarah agama-agama non ortodoks yang populer di China. Buku ini tidak membahas secara khusus mengenai satu agama saja, melainkan beberapa agama yang berdasarkan sejarah cukup populer dan sempat memiliki jumlah pengikut yang luar biasa besar bahkan ada juga yang sampai saat ini masih memiliki jumlah pengikut yang tidak sedikit.  Berbicara mengenai agama di China maka tentu tidak akan lepas dari empat agama terbesar di sana yaitu Taoisme, Konghucu, Buddha dan folk religion (agama kepercayaan Tionghua). Dan menariknya, banyak agama-agama baru yang lahir dan bermunculan kebanyakan memang mengambil dan mendompleng ajaran-ajaran dari keempat agama tersebut. Contoh paling nyata ya tentu saja salah satu agama baru yang sampai saat ini masih memiliki jumlah pengikut yang cukup besar seperti Yiguandao. Di Indonesia, agama yang satu ini walaupun sangat minoritas, tapi kalau kita melihatnya di kalangan umat keturunan orang...

Review Buku: Reclaiming the Wilderness: Contemporary Dynamics of the Yiguandao

Ini adalah buku akademis kedua yang secara eksklusif membahas tentang Yiguandao selain buku The Transformation of Yiguan Dao in Taiwan Adapting to a Changing Religious Economy karya  Lu   Yunfeng yang pernah saya baca. Sebenarnya ada banyak buku yang membahas Yiguandao yang telah saya baca. Tapi biasanya buku-buku lain membahas agama atau sejarah secara umum dan Yiguandao hanyalah salah satu bagian dari topik yang dibahas dalam buku-buku tersebut. Memang tidak banyak buku akademis yang membahas secara khusus tentang Yiguandao saja. Secara keseluruhan, buku ini bagi saya cukup menarik. Penulisnya sendiri saya sudah tidak asing, karena dialah yang menulis buku mengenai sejarah Yiguandao di Indonesia dengan cukup detail dalam bukunya yang berjudul 從臺灣到世界:二十一世紀一貫道的全球化 yang belum selesai kubaca. Buku Reclaiming the Wilderness ini melengkapi dan membahas sisi lain yang tidak dibahas oleh Lu. Bagi saya pribadi, bagian yang paling menarik dalam buku ini ada di Bab 2 dan Bab 4. Bab 2 ...

Studi tentang Yiguandao (Bagian 12) - Alam-Alam Kehidupan versi Yiguandao

Mengenal Alam-Alam Kehidupan Pada postingan ini, saya akan membahas mengenai Alam-Alam Kehidupan. Sama seperti postingan-postingan saya sebelumnya, saya akan membahas mengenai Alam-Alam Kehidupan menurut apa yang diyakini kalangan Yiguandao, dan kemudian membandingkannya dengan penjelasan yang ada pada kitab Tripitaka.  4 Alam Kehidupan versi Yiguandao Sebenarnya tidak ada panduan secara mendetail mengenai topik ini di vihara Yiguandao tempat saya dulu aktif. Setelah mendengarkan ceramah selama puluhan tahun, seingat saya tidak ada satupun ceramah yang membahas mengenai alam-alam ini secara detail di vihara. Tapi kalau mengacu dari ceramah-ceramah yang pernah dikotbahkan dan kitab-kitab yang ada, sebenarnya Yiguandao sendiri mempunyai dua versi penjelasan dari 6 jalur reinkarnasi. Versi 6 Jalur reinkarnasi yang pertama biasanya adalah 6 jalur yang biasanya dijelaskan di saat orang baru saja memohon Tao, di mana disebutkan bahwa manusia ini memiliki 6 jalur reinkarnasi yang disebut ...

Studi tentang Yiguandao (Bagian 11) - Konsep Reinkarnasi dan Aku yang Sejati

Perbedaan Konsep Tumimbal Lahir versi Yiguandao dan Buddhisme Salah satu konsep teori Buddhisme yang diadopsi oleh Yiguandao adalah konsep mengenai Kelahiran Kembali atau biasanya disebut sebagai Tumimbal Lahir atau Reinkarnasi. Baik umat agama Buddha maupun Yiguandao sama-sama menyakini konsep hukum alam ini, tapi bila dipelajari secara mendalam, ternyata ada perbedaan yang sangat mendasar di antara keduanya. Konsep Kelahiran Kembali menurut ajaran Sang Buddha Sebagian besar orang awam atau umat Buddha yang tidak mendalami ajaran Buddha secara mendalam, biasanya akan menganggap bahwa konsep reinkarnasi itu sebagai konsep berpindahnya roh dari satu tubuh ke tubuh berikutnya. Buddha menolak pemahaman seperti ini. Karena Sang Buddha menjelaskan dengan sangat detail mengenai konsep Kelahiran Kembali ini dalam beberapa kotbahNya. Hal yang perlu digaris bawahi di sini adalah, Sang Buddha itu menolak pemahaman adanya Aku yang disebut dengan Anatta . Di aliran Mahayana, juga dijelaskan mengen...

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 10) - Konsep Hukum Alam menurut Yiguandao

 Perbedaan Konsep Hukum Alam Yiguandao dan Ajaran Sang Buddha Salah satu dasar utama dari ajaran agama Buddha adalah hukum Karma. Hukum karma adalah hukum alam yang bekerja di dunia ini. Karena menyerap ajaran agama Buddha sebagai salah satu ajarannya, Yiguandao juga mempunyai keyakinan pada hukum Karma. Walaupun sama-sama mempercayai hukum karma, ada perbedaan mendasar antara sistem hukum alam yang berjalan menurut agama Buddha dengan sistem hukum alam yang berjalan di kalangan Yiguandao. Hukum Alam menurut Ajaran Sang Buddha Menurut ajaran Sang Buddha hanya ada satu hukum alam yang bekerja di dunia ini, yaitu yang dinamakan dengan hukum karma / hukum sebab akibat ( Kamma vipaka ). Dalam ajaran agama Buddha, hukum karma (atau "kamma" dalam bahasa Pali) adalah konsep tentang sebab-akibat yang mengatur tindakan (karma) dan konsekuensinya. Karma bukanlah hukuman atau hadiah dari kekuatan luar, bukan juga pengaturan dari sesuatu yang lebih tinggi, tetapi lebih sebagai hukum alam...

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 9) - Jasad yang Lemas Setelah Meninggal

Apakah Jasad Yang Lemas adalah Bukti bahwa Tao yang didapatkan Sejati?   Setelah umat memohon Tao (求道 qiu dao), penjelasan paling awal yang disampaikan oleh 講師 Jiangshi (penceramah) yang bertugas biasanya adalah ceramah tiga mustika 講三寶 yang salah satu salah satu isi ceramahnya memberikan sebuah testimoni yang mengatakan bahwa ada bukti bahwa umat-umat Yiguandao itu setelah meninggal akan masuk surga. Bukti tersebut adalah badan yang lemas pada saat meninggal. Penceramah Yiguandao biasanya mengatakan bahwa pada saat umat yang telah memohon Tao (qiu dao) meninggal, akan ada Buddha yang menjemput. Bagi orang-orang yang belum memohon Tao, maka biasanya yang menjemput adalah 黑 白無常 Hei Bai Wu Chang (sepasang dua hantu yang berlidah panjang) yang berpenampilan menyeramkan. Karena roh yang meninggal itu ketakutan maka badannya menjadi kaku. Sedangkan untuk umat-umat Yiguandao yang sudah mendapatkan Tao, maka yang menjemput adalah para Buddha atau para Malaikat. Karena yang menjemput ad...

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 8) - Mencapai Kesempurnaan versi Yiguandao

Perbedaan Cara Mencapai Kesempurnaan   Di Yiguandao, konsep mencapai kesempurnaan/pencerahan atau melampaui kelahiran dan kematian sangatlah berbeda dengan yang diajarkan Sang Buddha. Sang Buddha mengajarkan bahwa mencapai kesempurnaan/mencapai tingkat kesucian adalah pada saat batin kita mencapai tingkat di mana pandangan sudah benar, segala kemelekatan telah hilang, nafsu keinginan telah tidak ada, dan sudah tidak adanya kesombongan, kegelisahan dan kebodohan. Sebenarnya konsep kesempurnaan ini punya kemiripan dengan mencapai pencerahan (得道) dalam Tao Te Ching seperti yang sudah saya bahas pada postingan sebelumnya ( Bagian 6 ). Tapi di agama Buddha, semua itu dijelaskan lebih detail dan terperinci. 

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 7) - Praktek Fuji (Tulisan Pasir & Peminjaman Raga)

Praktek Fuji (Tulisan Pasir & Peminjaman Raga) Salah satu praktek spiritual yang menjadi kunci sukses penyebaran ajaran kalangan Yiguandao sejak tahun 1900 awal adalah 扶乩 Fuji (Peminjaman Raga/Tulisan roh). Salah satu alasan mengapa saya dulu menjadi sangat aktif dan rajin berkecimpung di vihara Yiguandao adalah juga karena Fuji ini. Bagi banyak orang, Fuji ini adalah semacam fenomena keajaiban atau mujizat ilahi yang sulit dijelaskan dengan akal sehat. Oleh karena itu banyak orang termasuk saya juga sangat terpukau dengan segala kesaktian yang dihasilkan. Yang paling mengena dari Fuji adalah biasanya roh yang hadir itu bisa mengetahui hal-hal yang biasanya sifatnya privat (pribadi) di mana itu tidak seharusnya diketahui oleh orang lain, sehingga banyak orang yang merasa itu sebagai bukti keajaiban atau kekuatan dari Dewa atau Buddha dan itu membuktikan bahwa Yiguandao ini adalah ajaran yang sejati. Saya dulu menyakini bahwa apa yang diucapkan oleh para dewa yang meminjam raga i...

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 6) - Pemahaman Tao Versi Yiguandao

Pengertian Tao yang Berbeda Dalam ceramah-ceramahnya, Yiguandao banyak mengambil ayat-ayat dari kitab suci agama lain termasuk dari ajaran Laozi, salah satunya adalah ayat-ayat dari 道德經 Tao Te Ching . Salah satu intisari dari kitab Tao Te Cing menjelaskan bahwa ada sesuatu yang lebih tinggi dari kita yang merupakan sumber dari segalanya, tidak berwujud, tidak bernama, dan tidak bisa dijelaskan dalam kata2 namun dengan sangat terpaksa disebut sebagai Tao. Secara garis besar yang dijelaskan di Tao Te Cing sebenarnya adalah penggambaran Tuhan atau Ketuhanan menurut Laozi. Beberapa orang menganggap Tao di Taoisme ini sebagai alam semesta, sang pencipta, maha segalanya atau ada juga yang menyebutnya sebagai hukum alam ataupun hukum sebab akibat. Tapi kalau kita membaca seluruh bab dalam Tao Te Ching, maka kita akan memahami bahwa sebenarnya Tao yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata ini adalah konsep Ketuhanan dalam Taoisme. Konsep Ketuhanan/Sang Pencipta dalam Taoisme sendiri sa...

Studi tentang Yiguandao (Bagian 5) - Dari Manakah Sumber Ajaran Yiguandao?

Sumber Ajaran Yiguandao      Harus diakui banyak ajaran Yiguandao yang bagus dan mengajarkan kebaikan terutama ajaran-ajaran yang diambil dari ajaran agama Buddha dan Konfusius. Saya pribadi juga sejujurnya mendapatkan banyak pengaruh positif akibat mengikuti ajaran Yiguandao. Ada banyak prinsip hidup yang positif yang sampai saat ini masih saya jalani yang berasal dari ajaran Yiguandao. Tapi kendati demikian, tetap sangatlah sulit untuk menjadikan semua ajarannya sebagai pedoman dan pegangan hidup, karena banyak juga yang salah dan tidak sesuai kebenaran sejati. Permasalahan besar dari ajaran dan doktrin Yiguandao adalah seringkali kita tidak tahu isi ceramah yang disampaikan oleh para 點傳師Dianchuanshi (Pendeta) dan para 講師 Jiangshi (Penceramah), sumbernya berasal dari mana, di mana kalau di agama lain jelas sekali sumber ajarannya dari kitab suci dan semuanya bisa kita cek sendiri secara langsung di bagian mana dan ayat ke berapanya. Kitab Suci agama lain pun kalau kita ...

Studi tentang Yiguandao (Bagian 4) - Silsilah Maha Guru Yiguandao

Silsilah Maha Guru Yiguandao      Di kalangan Yiguandao, dijelaskan bahwa sebelum masa pancaran putih, Tao ini hanya diturunkan dari 1 guru ke 1 murid saja. Karena kebesaran Tuhan, dimulai sejak maha guru ke-17 (dimulainya pancaran putih), Tao mulai disebarkan untuk rakyat jelata. Yiguandao menyakini adanya seutas benang emas yang merupakan firman Tuhan yang diturunkan dari guru ke murid berdasarkan silsilah Maha Guru (18 Maha Guru di Timur Awal, 28 Maha Guru di Barat, 18 Maha Guru di Timur Akhir). Seutas  benang emas inilah yang diyakini para umat Yiguandao akan membawa mereka pulang ke Surga kelak. Pertanyaannya apakah seutas benang emas ini benar-benar ada? Bagaimana pembuktiannya? Berikut ini saya akan membahas secara detail mengenai silsilah maha guru Yiguandao beserta verifikasi sejarahnya. Karena menurut silsilah patriark di Buddhisme Zen, patriark terakhir adalah Hui Neng (Patriak ke 6). 

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 3) - Siklus Dunia Terbentuk sampai dengan Kiamat versi Yiguandao apakah sesuai Kebenaran Sejati?

  Siklus Dunia Jaman Pancaran Akhir Di Yiguandao dijelaskan bahwa dalam 1 lingkaran siklus 會 adalah selama 126.000 tahun, mulai dari langit dan bumi terbentuk sampai musnah kembali. Dalam penjelasan di vihara Yiguandao disebutkan bahwa  anak-anak Lao Mu mulai turun ke dunia sejak 60 ribu tahun yang lalu. Karena sudah telah terlalu lama di bumi dan tersesat dalam hidup duniawi, sehingga terjerumus dalam dosa yang menyebabkan mereka hidup dalam roda reinkarnasi dan tidak bisa kembali ke Surga. Lao Mu sangat merindukan anak-anaknya di bumi ini, dan mengutus 10 Buddha untuk menyelamatkan anak-anaknya di bumi. Manusia sendiri baru lahir pada masa 寅 ying dan kalau dihitung sampai dengan saat ini (masa 未 wei) berarti manusia telah hidup kurang lebih selama 60.000 tahun. Setelah masa 未 wei, akan masuk masa 申 shen di mana manusia akan musnah, diikuti dengan masa 酉 you di mana bumi musnah, berlanjut ke masa 戌 xu di mana Alam Hawa (氣天) musnah dan terakhir adalah masa 亥 hai di mana s...

Studi tentang Yiguandao (Bagian 2) - Firman Tuhan & Keyakinan atas Masa Buddha Maitreya telah Tiba

Firman Tuhan & Keyakinan atas Buddha Maitreya      Umat Yiguandao selama ini selalu beranggapan bahwa mereka mendapatkan sebuah jalan yang bisa melepaskan mereka dari tumimbal lahir. Jalan yang disebut dengan 天道 (Jalan Ketuhanan) ini didapatkan berkat ada kekuatan firman Tuhan yang dimiliki oleh guru penerang. Guru Penerang yang dimaksud adalah  張天然 Zhang Tianran  dan  Shun Suzhen 孫素貞 yang kemudian menurunkan firman Tuhan tersebut kepada para sesepuh (前人) dan para pandita (點傳師) yang disebut dengan istilah seuntai benang emas (金線). Dasar klaim firman Tuhan yang dimiliki oleh Maha Guru itu semuanya bersumber dari  扶乩 Tulisan Roh/Peminjaman Raga . Peminjaman raga ini diyakini oleh umat-umat Yiguandao merupakan wahyu atau petunjuk dari Tuhan ataupun para Buddha untuk umat manusia.  Praktek tulisan roh ini sendiri mulai digunakan sejak zaman Maha Guru ke 15 dan dipopulerkan sejak jaman 張天然 Zhang Tian Ran memimpin. Penunjukkan Guru Penerang ...

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung meyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan buk...

Sejarah 一貫道 YiGuan Dao / I-Kuan Tao (Bagian 3) - YiGuan Dao di Taiwan (1949-1987)

     Yiguan Dao mulai menyebar di Taiwan pada pertengahan tahun 1940-an. Ketika Kuomintang kalah dalam Perang Saudara China di tahun 1949 dan mundur ke Taiwan, beberapa penganut Yiguan Dao juga melarikan diri ke pulau ini bersama-sama pemerintah yang kalah. Ketika itu, KMT menerapkan darurat militer, yang membatasi kebebasan berbicara, kebebasan berkumpul, dan kebebasan beragama. Untuk pertimbangan politik, para misionaris Kristen dari barat disambut dan didukung, tidak hanya karena para misionaris ini secara politik konservatif dan anti-komunis, tetapi juga karena pemerintah Kuomintang mencoba untuk "menyenangkan hati Amerika", yang memberikan bantuan militer dan ekonomi kepada Taiwan. Di saat yang sama, mereka juga membatasi agama-agama lokal agar jangan sampai terorganisasi secara baik dan menjadi ancaman politik pada pemerintahan. Agama Buddha dan Taoisme juga diawasi dengan sangat ketat melalui organisasi yang disponsori pemerintah, seperti 中国佛教协会 Asosiasi Buddha Rep...