Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Books

Review Buku The Eightfold Path for the Householder - Jack Kornfield

Sekitar beberapa minggu yang lalu, saya baru saja selesai membaca sebuah buku buddhis berjudul The Eightfold Path for the Householder yang ditulis oleh Jack Kornfield. Sebagai seseorang yang sudah beberapa kali mendengar penjelasan para biku dan membaca beberapa literatur mengenai Jalan Mulia Berunsur Delapan, buku ini menurutku adalah salah satu buku bagus yang saya rekomendasi untuk dibaca, apalagi penulisnya sepertinya menulis buku ini lebih ditargetkan untuk para perumah tangga ketimbang para biku. Jadi bahasa-bahasanya bisa dibilang tergolong bahasa ringan dan mudah dipahami, bahkan penulisnya sendiri tidak jarang menggunakan istilah-istilah yang sebenarnya bukan istilah buddhis, seperti contohnya dia sering menggunakan "God" dalam artian ada satu entitas Maha Besar di dunia ini yang umumnya hampir tidak pernah dipakai oleh semua aliran Buddhisme.

Review Buku Popular Religious Movements and Heterodox Sects in Chinese History - Hubert Michael Seiwert, Ma Xisha

Menurut ChatGPT, total ada sekitar 4000 agama di dunia ini. Di luar agama-agama besar, ada banyak sekali agama-agama baru yang muncul di dalam sejarah. Kebanyakan dari agama-agama tersebut saat ini tidak dikenal masyarakat Indonesia karena memang banyak di antara agama-agama tersebut yang tidak pernah disebarkan di Indonesia dan banyak di antaranya yang sudah menurun di mana jumlah umatnya sudah tersisa sangat sedikit. Dan kalau berbicara mengenai agama, China menjadi salah satu negara di mana banyak agama baru bermunculan. Kalau ingin tahu buku sejarah yang penuh dengan data-data yang sangat lengkap maka buku tulisan Popular Religious Movements and Heterodox Sects in Chinese History karya Hubert Michael Seiwert ini adalah buku yang cocok untuk dibaca. Buku ini secara umum membahas mengenai banyak sekali kelompok-kelompok agama yang pernah ada dalam sejarah Tiongkok, terutama kelompok-kelompok populer dan kelompok-kelompok yang paling tidak pernah tercatat dalam arsip sejarah, di man...

Review Buku: Popular Religion and Shamanism - Xisha Ma, Huiying Meng

Bagi saya pribadi, ini adalah salah satu buku terbaik yang menjelaskan sejarah agama-agama non ortodoks yang populer di China. Buku ini tidak membahas secara khusus mengenai satu agama saja, melainkan beberapa agama yang berdasarkan sejarah cukup populer dan sempat memiliki jumlah pengikut yang luar biasa besar bahkan ada juga yang sampai saat ini masih memiliki jumlah pengikut yang tidak sedikit.  Berbicara mengenai agama di China maka tentu tidak akan lepas dari empat agama terbesar di sana yaitu Taoisme, Konghucu, Buddha dan folk religion (agama kepercayaan Tionghua). Dan menariknya, banyak agama-agama baru yang lahir dan bermunculan kebanyakan memang mengambil dan mendompleng ajaran-ajaran dari keempat agama tersebut. Contoh paling nyata ya tentu saja salah satu agama baru yang sampai saat ini masih memiliki jumlah pengikut yang cukup besar seperti Yiguandao. Di Indonesia, agama yang satu ini walaupun sangat minoritas, tapi kalau kita melihatnya di kalangan umat keturunan orang...

Review Buku: Reclaiming the Wilderness: Contemporary Dynamics of the Yiguandao

Ini adalah buku akademis kedua yang secara eksklusif membahas tentang Yiguandao selain buku The Transformation of Yiguan Dao in Taiwan Adapting to a Changing Religious Economy karya  Lu   Yunfeng yang pernah saya baca. Sebenarnya ada banyak buku yang membahas Yiguandao yang telah saya baca. Tapi biasanya buku-buku lain membahas agama atau sejarah secara umum dan Yiguandao hanyalah salah satu bagian dari topik yang dibahas dalam buku-buku tersebut. Memang tidak banyak buku akademis yang membahas secara khusus tentang Yiguandao saja. Secara keseluruhan, buku ini bagi saya cukup menarik. Penulisnya sendiri saya sudah tidak asing, karena dialah yang menulis buku mengenai sejarah Yiguandao di Indonesia dengan cukup detail dalam bukunya yang berjudul 從臺灣到世界:二十一世紀一貫道的全球化 yang belum selesai kubaca. Buku Reclaiming the Wilderness ini melengkapi dan membahas sisi lain yang tidak dibahas oleh Lu. Bagi saya pribadi, bagian yang paling menarik dalam buku ini ada di Bab 2 dan Bab 4. Bab 2 ...

Belajar Membentuk Kebiasaan Baik dan Menghilangkan Kebiasaan Buruk dari Atomic Habits

Dari saat saya masih remaja sampai saat saya berumur 30an tahun, saya banyak membaca buku dan menghadiri seminar-seminar pengembangan diri. Dan hampir isi dari buku maupun seminar yang saya hadiri menyampaikan hal yang sama, antara lain pentingnya setting goal (mempunyai impian), mempunyai motivasi yang besar dan hal-hal seperti itu. Tapi saat saya membaca buku ini, justru teori yang disampaikan dalam buku ini memuat hal yang sangat bertolak belakang dengan pandangan-pandangan tersebut. Dan setelah saya pratekkan sendiri, ternyata isi dalam buku ini jauh lebih bisa dan lebih mudah diaplikasikan daripada ilmu-ilmu motivasi dan pengembangan diri yang selama bertahun-tahun saya yakini dan saya coba terapkan dalam kehidupan.

Review Buku : Blink * The Power of Thinking Without Thinking

Sebenarnya buku ini sudah aku beli sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Tapi karena banyak kesibukan, buku ini tidak sempat terbaca sampai saat ini. Tahun ini saya mempunyai target untuk bisa membaca lebih dari 30 buku dalam 1 tahun. Dan beberapa bulan terakhir saya fokus mulai membaca semua buku-buku yang dulu saya sempat beli. Dan buku terakhir yang selesai saya baca adalah buku yang berjudul Blink * The Power of Thinking Without Thinking ini. Buku ini ditulis oleh Malcolm Gladwell , seorang penulis yang menulis buku The Tipping Point: How Little Things Can Make a Big Difference yang juga sudah selesai saya baca bertahun-tahun yang lalu. Untuk bukunya yang ini, sebenarnya topiknya gak terlalu menarik-menarik amat. Mungkin itulah sebabnya buku ini terlewat kubaca setelah kubeli beberapa tahun lalu. Buku ini membahas mengenai Blink yaitu semacam kekuatan pikiran yang didapatkan sebelum kita mulai berpikir atau menganalisa. Istilah Blink ini kalau dalam bahasa sehari-hari orang Indone...

Serunya Baca Cerita Biografi Merry Riana lewat Buku Merry Riana Langkah Sejuta Suluh (Review Buku)

Sebenarnya aku mempunyai buku ini sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Tapi karena gak sempat baca, jadi ya bukunya tergeletak di rak buku selama bertahun-tahun. Tapi 4 hari lalu, akhirnya saya mulai membacanya. Dan sama dengan buku biografi Merry Riana sebelumnya yang berjudul Mimpi Sejuta Dollar , buku ini benar-benar seru, seperti bukan buku biografi, lebih mirip seperti novel misteri atau fantasi yang bikin penasaran. Kisah hidup Merry Riana mencapai satu juta dollar pertamanya memang sangatlah inspiratif sekaligus sangat menyentuh. Saya saja sebagai pembaca bisa merasakan kobaran semangat Merry, apalagi orang-orang yang mengenalnya, terutama anggota-anggota tim MRO  (Merry Riana Organization) . Buku ini berkisah mengenai perjalanan Merry dari seorang Sales yang tidak punya pengalaman apa-apa, bahasa Inggris yang tidak terlalu bagus, tidak bisa berbahasa mandarin, diremehkan banyak orang menjadi Sales dan Manajer terbaik di Singapore dalam hanya beberapa tahun saja. Di buku ini...

Hal-hal yang Terlewatkan Bila Hanya Menonton Film Harry Potter and the Half-Blood Prince tanpa membaca Novelnya

Novel ke-enam Harry Potter ini menjadi buku favorit keduaku di antara 6 buku Harry Potter pertama yang telah kubaca. Walaupun pertengahan buku awal menurutku agak boring tapi saat mulai terkuak rahasia Voldemort terutama mengenai Hocrux itu jadi membuatku merasa antusias ingin cepat-cepat menyelesaikan buku ini, apalagi di bagian akhirnya juga penuh dengan adegan yang dramatis dan cukup bikin shock, terutama kematian Dumbledoore. 😭 Ada cukup banyak detail-detail cerita yang sama sekali tidak ditampilkan di film dan banyak juga yang scenenya sedikit dirubah. Aku baru memahaminya secara utuh saat membaca novelnya.  Berikut ini adalah beberapa hal-hal yang mungkin terlewatkan bila kamu hanya menonton filmnya saja tanpa membaca novelnya : Ada pertemuan antara Menteri Sihir yang lama (Cornelius Fudge) dan yang baru (Rufus Scrimgeour) dengan Menteri Inggris Prof Slughorn punya kebiasaan untuk mengkoleksi siswa-siswa yang dia anggap penting. Dia sering mengajak bertemu beberapa siswa unt...

Review Buku : Why "A" Students Work for "C" Students and "B" Students Work for the Government: Rich Dad's Guide to Financial Education for Parents

Ini menjadi buku Robert T Kiyosaki keempat yang saya baca. Sebenarnya pada awalnya, saya tidak pernah tertarik untuk membaca buku ini. Tapi saat menjelajah quora beberapa bulan yang lalu, saya membaca sebuah topik menarik yang membahas tentang Mengapa orang yang gagal dalam pendidikan (Nilainya C selama kuliah) biasanya lebih sukses daripada orang-orang yang sukses dalam pendidikan (Nilainya A saat kuliah) . Saat saya mencoba untuk melacak darimana sumber teori ini, saya menemukan buku si Robert T Kiyosaki yang berjudul "Why A Students Work for C Students". Itulah yang menyebabkan saya akhirnya memutuskan untuk membaca buku ini. Secara garis besar, buku ini tidaklah terlalu buruk untuk dibaca. Walaupun bagi saya sebenarnya hanya ada sedikit hal baru yang coba disampaikan oleh Robert di dalam buku barunya ini. Sebagian besar inti sari dari buku ini sama dengan inti sari dari buku-buku dia sebelumnya. Ada cukup banyak penjelasan dalam buku ini yang mengulang teori-teori yang pe...

Melihat Sudut Pandang Dunia dari seorang Difabel Hirotada Ototake dalam bukunya No One's Perfect

Beberapa waktu yang lalu saya baru saja selesai membaca buku "No One's Perfect" karangan Hirotada Ototake . Sebenarnya buku ini sudah saya miliki sejak jaman kuliah dulu. Jadi bukunya sudah berumur lebih dari 20 tahun kayaknya. Tapi saya belum sempat membacanya hingga akhir-akhir ini. Buku ini berkisah mengenai seorang pria asal Jepang bernama Hirotada Ototake yang punya cacat bawaan sejak lahir, di mana dia dilahirkan tanpa tangan dan kaki. Tipe-tipe sosok orang yang sangat menginspirasiku di saat mudaku dulu agar diri sendiri ini jangan cepat menyerah dengan keadaan. Kalau ada orang yang diberikan Tuhan dengan badan tidak lengkap saja bisa berbuat banyak hal di kehidupan ini, mengapa saya yang punya badan yang lengkap tidak dapat berbuat lebih banyak.  Buku ini menurut saya lebih merupakan penggalan-penggalan catatan harian (diary) ketimbang sebuah cerita biografi yang utuh. Buku ini juga tidak bercerita mengenai kisah seorang luar biasa yang membuat kita kagum dengan...

Hal-hal yang Terlewatkan Jika hanya menonton Film Harry Potter and the Order of the Phoenix tanpa membaca Novelnya

Ini adalah buku tertebal dari semua buku Harry Potter yang ada. Buku ke-5 Harry Potter banyak menceritakan tentang dimulainya upaya perlawanan terhadap Voldemort dan kawan-kawannya. Kisah buku ke-5 ini menghadirkan sosok tokoh baru yang muncul di sebagian besar halaman buku ini, yaitu Umbridge, seorang wanita yang mewakili Kementrian Sihir yang berusaha menekan Dumbledore dan berusaha membuat semua yang ada di Hogward berjalan seolah-olah Voldermort tidak ada. Karakter ini memang benar-benar menyebalkan. Secara keseluruhan, buku kelima ini bagi saya tidak sebagus novel ke-3 (favorit saya), tapi masih cukup seru walaupun menurutku agak terlalu panjang sih. Yang paling dramatis tentu saja adegan pertarungan antara anggota Order of the Phoenix dan para Pelahap Maut. Perbedaan yang paling terasa dalam buku yang ini, Harry Potter tidak lagi menjadi sosok pahlawan yang mengejutkan banyak orang dengan aksinya, malah dia banyak berbuat hal-hal yang justru merugikan banyak orang, termasuk secar...

Hal-Hal Penting yang tidak kita ketahui bila hanya menonton film Harry Potter and Goblet of Fire tanpa membaca Novelnya

Buku Harry Potter and Goblet of Fire adalah buku kedua tertebal dalam serial Harry Potter. Hampir sama tebalnya dengan buku ke-7nya. Cerita Harry Potter di buku ketiganya ini sudah mulai mengarah ke lebih serius karena sudah ada korban jiwa yang meninggal di sini. Ada dua peristiwa penting yang terjadi di sini : Quidditch World Cup dan Triwizard Tournament. Di sini konflik-konfliknya makin kelam dan berbahaya. Konspirasinya sebenarnya jauh lebih rumit daripada dengan apa yang ditampilkan di film. Jika dibandingkan dengan 3 judul awal, ada cukup banyak sekali hal-hal yang berbeda antara versi filmnya dengan versi novelnya di judul yang ke 4 ini.  Berikut adalah beberapa hal yang saya temukan yang sangat mempengaruhi pemahaman saya pada keseluruhan film yang saya tidak sadari saat dulu hanya menonton filmnya saja :

Hal-Hal yang Terlewatkan jika hanya menonton film Film Harry Potter and The Prisoner of Azkaban tanpa membaca novelnya

Buku ketiga Harry Potter yang berjudul Harry Potter and the Prisoner of Azkaban bisa dibilang adalah buku Harry Potter paling kusuka setelah selesai membaca tiga buku Harry Potter yang pertama. Adanya adegan heroik di akhir menjadi salah satu adegan terkeren dalam serial ini. Inti cerita buku ketiga ini berpusat pada tokoh penjahat yg kabur dari Azkaban yang bernama Sirius Black. Berita-berita mengatakan penjahat ini sudah banyak membunuh orang serta merupakan kesayangan Pangeran Kegelapan Voldemort. Buku ini juga mengungkap rahasia masa lalu dari orang tua Harry Potter. Sama halnya seperti novel-novel sebelumnya, saya menemukan beberapa hal-hal penting di novel yang saya lewatkan saat dulu saya hanya menonton filmnya. Berikut adalah perbedaan-perbedaan yang penting yang hanya  bisa dirasakan saat membaca novelnya : Herminone mengambil mata pelajaran sangat banyak di tahun ke tiganya di Hogwarts, sampai-sampai dia sering kali ambil kelas dengan jam yang sama dan selalu kelihatan be...

Hal-hal yang Tidak Kita Sadari bila hanya Menonton film Harry Potter and the Chamber of Secret

Setelah beberapa hal-hal yang terlewatkan jika hanya menonton film Harry Potter and the Philosopher Stone , kali ini giliran novel keduanya yang berjudul Harry Potter and the Chamber of Secret yang akan bahas. Secara keseluruhan dibandingkan seri pertamanya ada lebih banyak perbedaan antara versi novel dan movie di judul kedua ini, ini pun tidak termasuk beberapa perbedaan minor yang tidak mengubah pemahaman kita pada keseluruhan cerita, seperti misalnya adegan di film yang tidak ada di novelnya saat  Harry Potter hampir jatuh dari mobil terbang saat dia menuju ke Hogwarts, atau lokasi  Colin  di versi film  saat  pertama kali mengambil foto Harry adalah di aula besar di mana di novel lokasinya adalah saat di luar gedung, dll. Novel keduanya harus diakui menghadirkan beberapa adegan yang lebih seru dibandingkan novel pertamanya.  Berikut adalah beberapa hal-hal penting yang tidak kita sadari jika hanya menonton filmnya  yang saya notice :

Hal-Hal yang Terlewatkan jika hanya menonton film Harry Potter and the Philosopher's Stone tanpa membaca Novelnya

Harry Potter karya JK Rowling benar-benar sangat magical. Fantasi dunia magic dipadu dengan cerita yang seru dan penuh plot twist membuat serial ini digemari jutaan orang dari seluruh dunia. Dari sekian banyak fans Harry Potter di dunia, ada cukup juga banyak fansnya yang hanya menonton film-filmnya dan tidak pernah membaca novelnya entah mungkin karena tidak suka membaca buku atau memang tidak sempat membacanya. Sebagai salah satu orang yang menonton filmnya secara lengkap terlebih dahulu baru kemudian membaca novelnya, saya menyadari ada banyak hal yang saya lewatkan jika hanya menonton filmnya saja. Yang saya bahas di sini tidak termasuk hal-hal yang sifatnya tidak terlalu berpengaruh pada pemahaman kita akan cerita keseluruhannya seperti perbedaan wajah maupun fisik, ataupun perbedaan-perbedaan kecil seperti perbedaan adegan (contoh : adegan ular di kebun binatang, Dudley yang menendang-nendang tangga, Hagrid menjemput Harry Potter di pondok tengah laut dan langsung berangkat di ha...

Sejarah Tiger Wong, Komik Kungfu Populer asal Hongkong di tahun 90an

Bagi kalian yang lahir di tahun 1970-1990 an, tentu tidak asing dengan tokoh legendaris yang bernama Tiger Wong . Tiger Wong adalah judul salah satu komik karya Tony Wong yang berjudul asli 龍虎門 (Long Hu Men) atau lebih dikenal dengan sebutan Oriental Heroes di beberapa negara. Di Indonesia, sebelum rilisnya komik Long Hu Men yang dirilis M & C, tidak banyak yang mengenal Long Hu Men / Oriental Heroes, orang lebih mengenal komik ini dengan nama Tiger Wong. Komik ini begitu seru dan menarik sampai saya pribadi dulu juga selalu tidak sabar menunggu kelanjutan dari cerita komik ini setiap minggunya. Banyak para milenial atau mungkin generasi X yang merupakan fans dari serial ini mungkin tidak tahu bahwa komik Tiger Wong yang dulu kita baca ternyata hanyalah separuh dari keseluruhan komik aslinya. Ingin tahu lebih banyak tentang Tiger Wong? Baca terus sampai habis ya. Sejarah dari Komik Tiger Wong Tiger Wong atau lebih dikenal secara internasional dengan nama Oriental Heroes adalah ma...

Belajar Memahami Air dalam Buku The Hidden Messages in Water - Masaru Emoto (Review Buku)

 Salah satu teori yang sering kita dengar sejak kita kecil adalah bahwa tubuh manusia itu 70% terdiri dari air. Teori inilah yang ditekankan oleh Masaru Emoto di awal bukunya The Hidden Messages in Water. Menurutnya, manusia itu awalnya 99% terdiri dari air saat masih berupa fetus. Kemduain saat kita lahir, tubuh kita teridir dari 90% air, setelah kita dewasa barulah tubuh kita terdiri dari 70% air, kandungan air ini makin lama makin berkurang seiring bertambahnya usia. Berawal dari konsep inilah, Masaru Emoto menyebut bahwa kesehatan dan kebahagiaan manusia sangat dipengaruhi oleh air yang terkandung di dalam tubuh ini. Jadi secara garis besar bisa dibilang kalau air itu mewakili tubuh manusia. Bagaimana reaksi air terhadap suatu hal maka reaksi tubuh manusia terhadap hal tersebut kurang lebih akan serupa. Menurut penelitannya, air itu bisa mengenal kata-kata dan suara mana yang baik dan yang kurang baik. Ini memang terdengar seperti tidak masuk akal. Tapi memang hasil foto krista...

Belajar Literasi Keuangan dari Buku The Psychology of Money - Morgan Housel (Review Buku)

Beberapa bab dalam buku ini sebenarnya membahas hal-hal yang sudah saya ketahui. Namun ada beberapa pelajaran dan insight baru yang saya dapatkan setelah membaca buku ini. Saya suka bagaimana Morgan menjelaskan cara berpikir manusia sebelum akhirnya mengambil keputusan tertentu. Terkadang kita merasa heran dengan beberapa orang yang bisa melakukan hal-hal yang menurut sudut pandang kita itu sangat tidak masuk akal. Dalam Bab 1, Morgan menjelaskan bahwa sebenarnya di dunia ini, tidak ada yang gila. Tapi biasanya orang itu bertindak berdasarkan pengalaman pribadinya dan bukan berdasarkan pengalaman secara holistik. Hal ini tidak hanya berlaku untuk keputusan keuangan saja, tapi juga untuk setiap aspek dalam hidup kita. Ya. secara tidak langsung kita sering mempunyai keyakinan dan pandangan berdasarkan pengalaman kita pribadi dan mengabaikan pengalaman orang lain walaupun mungkin pengalaman kita itu hanyalah 0,0000001 % jenis pengalaman dari semua pengalaman-pengalaman orang di dunia. Kit...

Review Buku : The Transformation of Yiguan Dao in Taiwan - Lu Yunfeng

Bisa dibilang ini adalah satu dari sekian banyak buku yang mulai menyadarkan saya mengenai seperti apa sih sebenarnya Yiguandao itu. Buku ini adalah buku akademis dan tentunya tidak ada sentimen tertentu yang dimiliki penulisnya terhadap Yiguandao. Tidak ada penjelasan ataupun kata-kata yang bersifat menjelekkan sama sekali yang saya temukan di buku ini. Isi dari buku yang ditulis ini murni adalah hasil penelitian dan observasi mendalam yang dilakukan oleh Li Yunfeng di Taiwan.