Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label MACD

Pengujian Metode Trading: MACD Indicator dengan Rule Tambahan (Bagian 2)

Melanjutkan pengujian sistem trading sebelumnya , yang semula hanya dengan menggunakan MACD dalam 1 timeframe sebagai satu-satunya indikator untuk masuk dan keluar posisi, kali ini saya akan melakukan pengujian dengan menambahkan syarat-syarat tambahan untuk masuk dan keluar posisi. Salah satu tambahan rule yang bisa ditambahkan adalah menambahkan syarat untuk masuk posisi dengan syarat MACD di timeframe yang lebih tinggi. Jadi di setiap posisi yang akan diambil, sistem akan mengecek apakah posisi MACD di Timeframe Daily sedang di atas garis signalnya atau tidak. Bila posisi MACD sedang di atas garis signal, maka posisi yang boleh diambil hanyalah buy saja, sementara bila posisi MACD di timeframe Daily sedang di bawah garis signal, maka hanya posisi sell saja yang boleh diambil. Dalam codingnya, perubahan yang dilakukan cukup sederhana. Anda tinggal menambahkan satu baris yang mengecek MACD untuk timeframe yang lebih tinggi. Kurang lebih MQLnya sebagai berikut:

Pengujian Sistem Trading: Backtest MACD Indicator (Bagian 1)

Pada postingan kali ini, saya ingin sharing sebuah hasil pengujian sebuah metode pada trading forex . Dalam trading, kita membutuhkan sebuah sistem baku yang mempunyai aturan-aturan yang jelas mengenai kapan entry, keluar serta bagaimana money managementnya. Tanpa itu semua, trading akan sama saja dengan gambling (berjudi). Dalam menguji sebuah sistem, saya biasanya akan menggunakan pegujian backtest, di mana saya biasanya menggunakan data masa lalu untuk menguji seberapa profitable sebuah sistem yang dijalankan. Dalam kesempatan pertama ini, saya akan mengambil contoh sebuah metode sederhana, yaitu menggunakan indicator MACD . Indikator MACD sendiri pernah saya bahas di postingan ini . Hasil pengujian ini tentu akan menghasilkan satu kesimpulan bahwa apakah metode yang saya gunakan ini bisa dipakai untuk trading atau tidak. Metode Trading: MACD Indicator Aturan untuk Masuk Posisi:  BUY jika Pada saat indicator berpindah dari bar berada di bawah garis menjadi di atas garis SELL ...

Indikator MACD: Bagaimana Cara Menggunakannya

Indikator Moving Average Converge Divergence  atau disingkat dengan nama MACD adalah indikator berjenis Oscillator yang biasanya umumnya digunakan untuk trading pada saat trends. Walaupun indikator ini merupakan oscillator, tapi umumnya MACD tidak digunakan untuk mendeteksi kondisi overbought dan oversold. Karena pada dasarnya MACD tidak ada batasan seperti halnya Stochastic ataupun RSI (yang punya batas 20 dan 80 sebagai batasnya). Perpotongan dari garis signal line dengan histogramnya juga biasanya digunakan sebagai sinyal untuk masuk posisi. Indikator MACD sendiri ada 2 versi, yaitu versi yang punya 1 line seperti MACD bawaan MT4 dan 1 lagi yang versi yang punya 2 line. MACD versi 1 line (bawaan MT4) MACD versi 2 line Bagaimana cara kerja MACD? Secara umum ada tiga cara penggunaan MACD yang diketahui secara luas. Dan ketiganya ini punya ketentuan yang cukup jelas dan baku sehingga bisa digunakan untuk trigger (sinyal) untuk membuka posisi baru. Ketiga ketentuan tersebut adalah s...