Langsung ke konten utama

Studi Tentang Yiguandao (Bagian 9) - Jasad yang Lemas Setelah Meninggal

Apakah Jasad Yang Lemas adalah Bukti bahwa Tao yang didapatkan Sejati?

  Setelah umat memohon Tao (求道 qiu dao), penjelasan paling awal yang disampaikan oleh 講師 Jiangshi (penceramah) yang bertugas biasanya adalah ceramah tiga mustika 講三寶 yang salah satu salah satu isi ceramahnya memberikan sebuah testimoni yang mengatakan bahwa ada bukti bahwa umat-umat Yiguandao itu setelah meninggal akan masuk surga. Bukti tersebut adalah badan yang lemas pada saat meninggal. Penceramah Yiguandao biasanya mengatakan bahwa pada saat umat yang telah memohon Tao (qiu dao) meninggal, akan ada Buddha yang menjemput. Bagi orang-orang yang belum memohon Tao, maka biasanya yang menjemput adalah 黑白無常 Hei Bai Wu Chang (sepasang dua hantu yang berlidah panjang) yang berpenampilan menyeramkan. Karena roh yang meninggal itu ketakutan maka badannya menjadi kaku. Sedangkan untuk umat-umat Yiguandao yang sudah mendapatkan Tao, maka yang menjemput adalah para Buddha atau para Malaikat. Karena yang menjemput adalah para Buddha dan Malaikat, maka badan ini tidak memberontak sehingga badannya menjadi lemas.



Dasar Keyakinan Yiguandao mengenai Mayat yang Lemas adalah Bukti dari Keagungan Tao

Teori di atas tersebut sebenarnya dasar keyakinannya berasal dari kitab Explanations of The Answers to the Truth 性理題釋 / Kitab Uraian Metafisika Bab 28 yang merupakan wejangan Buddha Jigong. Berikut isinya :

二八、效果也有證驗嗎

Bab 28. Bisakah Efeknya (dari Mendapatkan 天道 Tian Tao) dibuktikan?

眾生若能修持大道,積德感天,在生前逢凶化吉,遇難成祥,躲災避禍之證驗,不勝枚舉;Jika seseorang bisa melatih pembinaan Tao ini, maka akan kebajikannya akan mengharukan Tuhan , dalam hidupnya nasibnya akan berubah menjadi baik, bertemu kesulitan bisa berubah menjadi menguntungkan, terhindar dari segala bencana, bukti nyatanya tidak terhitung jumlahnya. 

死後超生,得脫輪迴,不但靈性可以到壇說話,其遺留之色身,亦有證明可驗。

Setelah meninggal akan bisa terlepas dari kelahiran kembali, mencapai pembebasan dari samsara,  tidak hanya rohnya yang bisa datang ke vihara, tapi juga jasad yang ditinggalkannya juga ada pembuktiannya. 

按釋、道兩家,長老師傅圓寂羽化之時,有坐化筋垂之象,足為功行圓滿之徵,然而千百中,乃不得一焉,又足證修之者眾,成之者寡也。

Menurut Buddhisme dan Taosime, ketika seorang Bikhu atau Pendeta Tao memiliki badan yang lemas dan otot yang tidak kaku pada saat meninggalnya, dia telah menunjukkan tanda bahwa pembinaannya sempurna. Dari ribuan yang membina, hanya beberapa saja yang dapat mencapai tingkat pencerahan yang sempurna.

吾道中凡經過點傳者,無論功德高深微末,死後皆是面帶笑容,顏色如生,不走四門。冬不挺屍,夏不腐臭,甚有多至數日不變,異香滿室者;

Bagi siapa saja yang telah ditunjuk titik sucinya (mendapatkan Tao), tidak peduli seberapa tinggi atau rendah amal jasa pahalanya, setelah meninggal nanti semuanya akan tersenyum, warna kulitnya akan seperti ketika hidup, tidak melalui 4 pintu dan jasadnya tidak mengeras di musim dingin, dan tidak akan membusuk di musim panas. Bahkan banyak yang setelah beberapa hari berlalu tercium aroma yang menakjubkan.

除信道不篤,與反道敗德者,則不敢論定外,其餘則比比皆是,童叟同然,色身既有此表現,足可證其靈性已登善境,當無疑義矣。

Kecuali bagi mereka yang tidak tulus mengyakini Tao, dan mereka berpaling dari Tao dan memiliki moral yang buruk, maka tidak dapat dinilai. Selebihnya ada dimana-mana, baik tua maupun muda semuanya sama kondisi jasadnya akan tampak seperti itu, ini cukup untuk membuktikan tingkat spiritualitas mereka telah mencapai tingkat yang baik, dan hal ini tidak diragukan lagi benar adanya.

Ini adalah penjelasan yang menjadi senjata bagi umat-umat Yiguandao untuk meyakinkan umat-umat baru agar percaya pada keajaiban Tao yang dimiliki Yiguandao. Pertanyaannya, apakah benar yang terjadi adalah seperti itu? Sang Buddha mengajarkan kita untuk selalu Ehipassiko (Datang, Lihat, Buktikan). Maka bila ada penjelasan seperti ini, kita harus membuktikannya terlebih dahulu sebelum menjadikannya sebagai keyakinan kita.

Badan Manusia Setelah Meninggal Berdasarkan Ilmu Forensik

Di dalam ilmu forensik, ada penjelasan mengenai bagaimana proses badan manusia setelah meninggal. Ilmu forensik inilah yang biasanya digunakan oleh para penegak hukum untuk meniliti penyebab kematian bila ada kematian yang tidak wajar pada seseorang. Ilmu yang berkembang dengan dasar teori yang sama salah satunya adalah Meat Science yang biasanya dipelajari oleh mereka-mereka yang bekerja dalam industri makanan. Salah satu tujuannya biasanya bagaimana bisa menghasilkan daging yang tentu bisa menghasilkan rasa yang lebih enak.

Dan dari ilmu-ilmu itu, ada sebuah proses alami sebuah mayat setelah meninggal, di mana pada umumnya proses yang umum adalah sebagai berikut :

0-3 Jam Badan masih belum kaku

8-24 Jam Badan kaku (Rigor Mortis)

24-36 Jam Badan mulai berkurang dan mulai lemas

36 Jam > Badan menjadi lemas

Salah satu proses penting dalam ilmu forensik adalah yang dinamakan Rigor mortis. Rigor Mortis ini disebabkan oleh ion-ion yang menyebar di dalam otot, menyebabkan otot berkontraksi. Inilah yang menyebabkan badan menjadi kaku. Hal ini sebenarnya membutuhkan waktu beberapa jam hingga satu hari. Setelah beberapa hari, protein akan terurai, dan otot-otot akan terlepas dan dimulailah proses pembusukan. Proses ini dapat berlanjut selama berminggu-minggu, membuat daging semakin empuk. 

Bila mayat dimasukkan dalam suhu dingin maka akan memperlambat proses Rigor Mortis. Banyak jurnal ilmiah yang dihasilkan untuk penelitian ini menyimpulkan bahwa proses Rigor Mortis serta proses pembusukan tidak serta merta berhenti pada saat dimasukkan lemari pendingin, tapi akan melambat. Proses rigor mortis konon bisa sampai 10 hari untuk mulai proses pembusukan setelah badan meninggal. Dan yang biasanya dilakukan oleh orang pada daging-daging hewan biasanya adalah menunggu dagingnya melewati proses Rigor Mortis dulu barulah dimasukkan ke lemarri pendingin untuk menghambat pembusukannya. Proses pembusukan menjadi melambat karena mikroorganisme menjadi sulit berkembang biak di suhu yang terlalu dingin. Dan itulah mengapa proses ini bisa memakan waktu lama pada daging yang dimasukkan lemari es: reaksi enzimatik berjalan lebih lambat. Tapi biar bagaimanapun semua makanan pada waktunya akan membusuk meskipun di taruh di suhu dingin sekalipun. 

Berdasarkan ilmu forensik, jelas disebutkan bahwa secara alami badan manusia itu hanya kaku selama pada periode Rigor Mortis di mana itu biasanya terjadi selama 8-24 jam setelah meninggal. Para ahli forensik biasanya bisa melacak jam kematian seseorang dengan tepat juga berdasarkan teori ini sebagai dasarnya. Jadi jelas di sini bahwa anggapan bahwa semua mayat itu selalu kaku badannya sepanjang waktu adalah tidak benar. Bila anda masih tidak percaya dan halu silahkan cek salah satu jawaban di quora dari salah satu direktur pengusaha pemakaman yang sudah bertahun-tahun menangani mayat. 


Pembuktian Badan Lemas Umat Yiguandao

Dari ceramah-ceramah di vihara, kita sering mendengar klaim dari Yiguandao bahwa ada banyak bukti bahwa umat-umat yang sudah memohon Tao (qiudao) masuk ke surga karena jasadnya lemas pada saat meninggal. Kalau berdasarkan science, sudah jelas bahwa tubuh umat manusia itu tidak kaku sepanjang waktu. Tubuh manusia hanya kaku di masa Rigor Mortis yang berlangsung selama 8-24 jam. Di luar masa Rigor Mortis itu jasad manusia dalam kondisi tidak kaku (lemas). Dari pengetahuan ini, adakah pernah umat Yiguandao yang melakukan studi atau penelitian yang meneliti jasad-jasad yang ada dengan waktu yang spesifik, misalnya pengamatan dilakukan pada 100 jasad (50 jasad orang biasa dan 50 jasad umat Yiguandao) dan semua jasad diobservasi pada saat 12 jam setelah meninggal (pada saat proses Rigor Mortis berlangsung). Bila data memang menunjukkan bahwa hampir semua jasad umat Yiguandao ternyata lemas, dan orang biasa jasadnya semuanya kaku, maka barulah itu bisa dijadikan bukti kuat bahwa memang apa yang dikatakan oleh wejangan Fuji dan senior-senior Yiguandao itu adalah benar. Tapi kalau tidak pernah ada yang membuktikan dengan metode seperti itu, maka badan yang lemas tanpa tahu sudah berapa jam meninggal tidak bisa dijadikan sebagai bukti bahwa orang itu masuk surga, karena orang biasa pun pada dasarnya badannya juga akan lemas saat masa Rigor Mortis-nya lewat. 

    Dan dari pengalaman pribadi saya, ada salah satu keluarga yaitu Ai (saudara sepupu dari Mama) itu ada yang jasadnya terlihat kurang baik pada saat meninggal. Beliau meninggal akibat penyakit kanker ganas di usianya sekitar 60-an. Bahkan Mama saya pun sampai mengucapkan "Kenapa bisa begitu ya kondisinya? Padahal dia adalah seorang 講師 Penceramah dan sangatlah tulus dan aktif membina Ketuhanan di vihara" Saya sendiri pun yang waktu itu masih sangat aktif di vihara sebenarnya juga bertanya-tanya, tapi pada akhirnya saya tidak mau terlalu memikirkan pertanyaan tersebut karena waktu itu saya memang masih sangat fanatik terhadap Yiguandao. Tapi kalau diingat-ingat lagi pengalaman itu sekarang, saya juga kembali mempertanyakannya. Tapi bagi yang percaya bahwa Ajaran Yiguandao itu adalah kebenaran sejati ya mungkin saja Ai saya ini adalah salah satu pengecualian yang disebut dalam bait terakhir wejangan Fuji di atas yaitu "Kecuali bagi mereka yang tidak tulus mengyakini Tao, dan mereka berpaling dari Tao dan memiliki moral yang buruk, maka tidak dapat dinilai". Ya, bila anda masih yakin dengan Yiguandao maka itulah penjelasan yang paling masuk akal.

Referensi 
性理題釋 Explanations of The Answers to the Truth - Living Buddha Jigong 濟公活佛 
Forensic Science: From the Crime Scene to the Crime Lab - Richard Saferstein
Fundamentals of Forensic Science - Max M. Houck and Jay A. Siegel
Cause of Death: Forensic Files of a Medical Examiner - Dr. Cyril H. Wecht and Mark Curriden
Inside the Cell: The Dark Side of Forensic DNA - Erin Murphy
The Forensic Casebook: The Science of Crime Scene Investigation - N.E. Genge
https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/0379073881901845
https://www.quora.com/Why-will-a-dead-body-be-flexible-even-after-3-days-of-death
https://www.quora.com/When-a-pig-or-cow-gets-slaughtered-is-the-steak-from-it-afterwards-going-through-rigor-mortis-too-Would-the-meat-then-be-stiff

Studi tentang Yiguandao Bagian Sebelumnya (Bagian 8) : Mencapai Kesempurnaan versi Yiguandao

Studi tentang Yiguandao Bagian Berikutnya (Bagian 10) : Konsep Hukum Alam versi Yiguandao 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Buddha Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan terjemahan bahasa Indonesia dari kitab suci  彌勒救苦真經  Mi Le Jiu Ku Zhen Jing, salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya dan tentunya dibantu dengan referensi beberapa hasil terjemahan dari beberapa kalangan Yiguandao. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diyakini oleh kalangan Yiguandao. 

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung mengyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan b...

Terjemahan dan Penjelasan Daodejing 道德經 (Bab 1) Tao dan Nama

Sudah cukup lama, saya tertarik belajar mengenai Tao Te Cing dan baru tahun ini saya mulai serius mempelajarinya. Sebenarnya saya pernah mendengar beberapa kali penjelasan tentang Dao De Jing ini di vihara Yiguandao tempat saya sembayang dulu, tapi saya tidak pernah benar-benar mengerti penjelasannya karena sepertinya apapun bunyi baitnya, penjelasannya selalu diarahkan dengan narasi dan doktrin versi mereka sendiri. Karena itu saya memutuskan untuk belajar sendiri mengenai Tao Te Cing ini langsung dari teks aslinya. Karena saya sudah menguasai sedikit bahasa mandarin, saya mengartikan tiap kata-katanya langsung dari bahasa mandarinnya dibantu dengan kamus untuk memahami lebih dalam per katanya. Untuk membantu pemahaman, saya membaca beberapa buku penjelasan mengenai Tao Te Cing yang bagus salah satunya adalah buku Dao De Jing Kitab Suci Agama Tao tulisan Dr. I. D. Like Msc dan Dao De Jing The Wisdom of Laozi tulisan Andi Wang . Ada juga beberapa buku terjemahan Dao De Jing berbahasa I...