Serba Rahasia
Era internet dan sosial media yang begitu pesat telah membawa perubahan besar gaya hidup pada generasi-generasi muda di hampir semua negara. Kebiasaan orang yang banyak mengakses informasi melalui internet membuat banyak juga agama-agama di dunia yang mulai mengikuti perubahan gaya hidup tersebut dengan juga ikut mengupload semua ajaran-ajaran agama mereka di platform internet maupun sosial media, seperti youtube, tiktok, instagram, facebook, twitter ataupun threads. Tapi bila anda amati, hal tersebut tidak terjadi di kalangan Yiguandao. Aliran Yiguandao terutama yang ada di Indonesia hampir tidak ada yang mengupload ajaran-ajaran dan ceramah-ceramahnya di internet. Bahkan rekaman kegiatan-kegiatan dan aktivitas-aktivitas mereka di vihara sangat sedikit bisa anda temukan di platform-platfom populer seperti youtube maupun tiktok.
Dibandingkan dengan agama-agama lainnya, ada ciri khas yang seperti membedakan kelompok-kelompok Yiguandao dengan agama-agama ortodoks, yaitu pengoperasiannya yang masih serba rahasia dan sembunyi-sembunyi. Sebenarnya praktek seperti ini bukanlah hal baru bagi Yiguandao. Kelompok nenek moyang mereka juga sudah melakukannya sejak mulai awal terbentuk di dinasti Ming. Itulah sebabnya para akademis menggolongkan Yiguandao dan semua kelompok yang menjadi nenek moyangnya sebagai agama rahasia Tiongkok (秘密社会). Ada semacam peraturan tidak tertulis di hampir semua kelompok-kelompok Yiguandao, di mana pemimpin-pemimpinnya bisanya selalu melarang segala bentuk publikasi apapun mengenai kelompok mereka baik ajaran, aktivitas dan kegiatan. Oleh karena itu, tidaklah heran bila di benak umat-umat Yiguandao biasanya sudah seperti ada kecenderungan untuk tidak menyebarkan atau mengupload segala bentuk kegiatan mereka di sosial media ataupun platform-platform internet seperti youtube, tiktok dan sejenisnya. Di era internet yang berkembang demikian pesatnya, Yiguandao justru seperti melawan arus dengan masih tetap menerapkan cara sembunyi-sembunyi dan serba rahasia dalam hal penyebaran dan kegiatannya. Dianchuanshi saya di vihara saya dulu juga memang berulang kali memarahi umat-umat yang ketahuan sampai mengupload video kegiatan di vihara ke platform sosial media atau internet.
Dan kalau kita melihat di platform seperti sosial media, tiktok, youtube, memang sangatlah sedikit sekali video-video tentang Yiguandao ini yang diupload ke internet. Bahkan di video-video yang terupload, saya menemukan ada banyak sekali umat-umat Yiguandao yang menuliskan komentar yang isinya adalah saran atau permintaan agar video tersebut segera dihapus karena memang itu dilarang.
Saya bisa memahami gaya rahasia seperti itu untuk Yiguandao 50 tahun lalu, di mana statusnya saat itu masih ditekan pemerintah dan memang masih belum legal. Tapi di jaman sekarang, di mana di Taiwan, Yiguandao sudah diakui secara legal, dan di Indonesia sendiri juga sudah diakui sebagai agama yang legal, mengapa praktek penuh rahasia seperti ini masih saja terus dilakukan? Yiguandao adalah ajaran yang mengaku sebagai inti dari semua agama, dan dikatakan memiliki 道真, 裡真, 天命真 (Tao yang sejati, Kebenaran Sejati, dan Firman Tuhan yang sejati). Tapi mengapa justru agama yang disebut kebenarannya paling sejati malah terkesan seperti banyak menyembunyikan sesuatu dan merahasiakan ajaran dan kegiatan mereka. Bukankah kebenaran yang sejati itu seharusnya justru sebaiknya disebarluaskan dan diungkap seterang-terangnya. Memang saya setuju, ada bagian yang harus dirahasiakan, seperti contohnya 3 mustika yang dianggap sebagai rahasia Langit. Kita cukup tidak menunjukkan itu, tapi semua ajaran-ajarannya kalau memang benar adalah kebenaran sejati, bukankah harusnya justru dipromosikan seluas mungkin supaya semua orang dapat tersadar dan tercerahkan. Saya sempat beberapa kali bertanya pada beberapa umat dari kalangan Yiguandao lain, dan saya menemukan beberapa kalangan malah lebih ekstrim melarangnya. Salah satu grup ada yang sampai melarang sama sekali memotret atau merekam video saat berada di vihara. Dan saya mendengar beberapa macam alasan dari mereka yang menurut saya pribadi agak tidak masuk akal, seperti takut ada orang yang berniat buruk, takut lokasinya diketahui orang, takut ajarannya ditiru, dll. Kalau memang itu yang bakal terjadi, bukankah akan sangat berbahaya bagi agama-agama lain yang sering men-upload kotbah, ceramah dan dakwah mereka di internet. Kenyataannya kita tidak pernah mendengar ada agama-agama yang rutin membagikan konten mereka di internet mengalami masalah seperti yang ditakutkan oleh kalangan Yiguandao.
Hal lain yang menurut saya juga janggal adalah beberapa grup I Kuan Tao sengaja menghilangkan lokasi vihara mereka di Google Map, bahkan untuk vihara-vihara yang berukuran sangat besar sekalipun. Bukankah dengan mencantumkannya di Google Map atau dipublish secara umum justru itu akan membantu para umat baru untuk menemukan lokasi viharanya dan kemungkinan juga mengundang rasa penasaran masyarakat sehingga dapat mengikat jodoh agar bisa mengenal ajaran Yiguandao sehingga akhirnya bisa memohon Tao. Kalau memang benar ajarannya baik dan sejati, kenapa tidak berusaha untuk menyelamatkan lebih banyak orang?
Melihat fenomena ini, mari kita melihatnya dengan sudut pandang yang lebih obyektif. Di dalam masyarakat, umumkah ada sebuah usaha atau bisnis yang produknya jelas dan asli, usahanya legal, tidak melanggar hukum tapi bergerak sembunyi-sembunyi? Yang beroperasi sembunyi-sembunyi umumnya adalah yang produknya palsu, usaha-usaha ilegal, seperti praktik penipuan, judi online, investasi bodong, bisnis narkoba, bisnis alkohol, dll. Apakah ada sebuah komunitas dengan ilmu pengetahuan tertentu yang sengaja menutup-nutupi pengetahuannya dan tidak ingin diketahui orang? Ada sih, contohnya komunitas flat earthers (yang percaya bumi datar), komunitas yang menganggap vaksin itu adalah hoax, komunitas Geosentris yang meyakini bahwa Bumi adalah pusat tata semesta, dll.
Kelompok yang selalu bergerak secara sembunyi-sembunyi biasanya memiliki alasan tertentu, seperti menghindari deteksi oleh pihak berwenang, menjaga kerahasiaan misi mereka, atau melindungi identitas anggotanya. Beberapa contoh kelompok yang sering bergerak secara rahasia meliputi:
- Kelompok Gerilya – Pejuang atau milisi yang menggunakan taktik gerilya untuk melawan kekuatan yang lebih besar.
- Organisasi Intelijen – Badan mata-mata atau dinas rahasia suatu negara, seperti CIA, MI6, atau KGB.
- Kelompok Kriminal Terorganisir – Mafia, kartel narkoba, pelaku ponzi, pelaku judi, pelaku pinjol atau geng bawah tanah yang menghindari perhatian polisi.
- Sekte atau Kelompok Rahasia – Organisasi dengan doktrin tertutup yang tidak ingin diketahui oleh publik, seperti beberapa kelompok esoterik atau kultus tertentu.
- Kelompok Peretas (Hackers) – Grup yang melakukan serangan siber secara anonim untuk kepentingan tertentu, seperti Anonymous.
- Kelompok Konspirasi atau Perlawanan Bawah Tanah – Organisasi yang bergerak secara rahasia untuk melawan pemerintahan atau sistem yang mereka anggap tidak adil.
Dari klasifikasi di atas, Yiguandao bisa dibilang masuk ke kategori ke 4. Dan sebenarnya selain Yiguandao, ada banyak sekali agama-agama di dunia yang dikategorikan sebagai agama seperti ini, yaitu agama rahasia yang saya sebutkan di atas. Anda bisa membacanya di Wikipedia mengenai agama-agama keselamatan Tiongkok. Agama yang masuk dalam kelompok ini seringkali juga merupakan kelompok yang pandangan dan ajaran-ajarannya bertolak belakang dengan keyakinan umum atau mengambil ajaran agama lain tapi mengajarkannya secara berbeda, sehingga biasanya ajarannya menimbulkan kontroversi. Agama-agama yang masuk kategori ini selain agama-agama rahasia Tiongkok ada juga agama-agama seperti Aum Shinrikyo, Sokka Gakkai, Baha’i, Jihadisme Deobandi dan lain-lain. Operasional agama-agama golongan ini umumnya adalah memang serba rahasia dan tidak ingin diketahui publik. Selain menimbulkan kontroversi, beberapa elemen ajarannya biasanya mengandung eskatologi dan milenarianisme yang berfokus pada adanya mesias (juru selamat) dan bencana yang akan segera datang. Elemen-elemen ajaran seperti ini terbukti dalam sejarah seringkali dimanfaatkan untuk mengumpulkan masa dan mengadakan pemberontakan. Itulah mengapa sejak dulu sampai sekarang agama-agama dengan model seperti ini selalu dilarang.
Kalau melihat sejarah dari Yiguandao sendiri, ada alasan mengapa cara pengoperasiannya selama ini selalu bersifat rahasia dan sembunyi-sembunyi. Yiguandao sebelum tahun 1987 (tahun disahkannya di Taiwan) memang dikenal sebagai agama heterodoks atau xiejiao (邪教 aliran sesat) baik oleh pemerintah Tiongkok (PRC) maupun Republik Tiongkok (Taiwan). Dari sejarah kelompok-kelompok asal Yiguandao sendiri, semua kelompok yang dipimpin oleh para patriark versi Yiguandao (mulai Maha Guru ke-8 sampai ke-18) semuanya memang dicap sebagai kelompok heterodoks yang dilarang pemerintah. Alasan kenapa kelompok-kelompok itu dilarang, sebenarnya sudah cukup jelas. Karena mereka teridentifikasi memiliki ciri-ciri kelompok-kelompok yang sering membuat kekacauan dan pemberontakan dari masa ke masa. Silahkan baca Maitreyanisme, Teratai Putih, dan Luoisme. Ketiga kelompok ini walaupun dikatakan berbeda, tapi mempunyai inti ajaran yang sama, yaitu mereka sama-sama meyakini bahwa masa Buddha Sakyamuni sudah lewat dan digantikan oleh Buddha Maitreya, sama-sama menyembah Wusheng Laomu sebagai dewa tertinggi, sama-sama meyakini bencana akhir zaman sudah dekat dan sama-sama menjalankan praktik vegetarian yang ketat. Dan ketiga kelompok ini di arsip-arsip sejarah memang terbukti sering melakukan kekacauan dan pemberontakan melawan pemerintah yang berkuasa. Jadi kalau mereka pada akhirnya dilarang itu sebenarnya juga hal yang wajar dan itu sama sekali bukan karena fitnah atau salah pengertian. Yiguandao sering mengatakan bahwa mereka difitnah dan disalahpahami. Bahkan ini secara khusus sampai dicantumkan di kitab Explanation of the Answers of the Truth / Kitab Uraian Metafisika Bab 9.
九、為何真道有譭謗
BAB 9. Kenapa Tao yang Sejati di-fitnah ?
語云:「曲高和寡,道高毀來,德修謗興。」然道大理微,俗學之士,何能窺測,難免疑惑叢生,出謗言流語。孔子云:「人不知不慍,不亦君子乎」。道不謗不興。佛云:「經過一次謗,就了一分冤愆」。孔子當傳道時,人皆謗之,以後道成天上,名留人間,聖廟滿布海內,中外無不欽仰。孔子曾云:「子路入門。逆言不入於耳」。蓋眞道即有眞謗。
Kata Peribahasa : “Lagu yang sulit hanya sedikit disukai orang, Ajaran Tao yang luhur banyak dikritik orang, membina kebijakan banyak difitnah orang.” Kebenaran mendalam dan prinsip-prinsip dari Tao sulit dipahami; bagaimana mungkin orang dapat menyelaminya? Mereka pasti akan dipenuhi keraguan dan kesalahpahaman, sehingga mudah melontarkan fitnah dan perkataan yang keliru.
Konfusius ber-sabda : “Jika orang lain tidak mengetahui kebaikan-nya tapi tetap tidak kecewa, bukan-kah ia seorang Budiman ?”
Tao tanpa fitnah-an tak akan berkembang.
Buddha mengatakan : “Setelah menerima satu fitnah-an, dapat-lah mengurangi sebagian dosa.”
Pada waktu Konfusius mengajarkan Tao, sambutan dari orang-orang waktu itu pun hanya fitnah-an saja. Akan tetapi kelak kemudian hasil dari perilaku Tao itu akan dipetik di Surga, dan nama-Nya akan selalu dikenang di Dunia dengan Kelenteng-kelenteng-nya tersebar di seluruh Dunia sebagai penghargaan-nya. Orang-orang di Tiongkok dan di luar negeri mengagumiNya. Konfusius pernah berkata: "Ketika Zilu memasuki pintu, kata-kata yang bertentangan tidak akan masuk ke telinganya." Kebenaran yang sejati akan berujung pada fitnah yang nyata.
Dikatakan di situ, umat Yiguandao itu haruslah mendapatkan fitnahan barulah kalangan Tao baru bisa berkembang. Mendapatkan fitnahan juga dianggap untuk mengurangi dosa karma masa lampau. Mengenai fitnah ini sendiri, yang saya ketahui adalah memang ada beberapa fitnahan yang tidak benar mengenai Yiguandao. Salah satu fitnahan yang tidak benar yang saya tahu salah satunya adalah rumor yang mengatakan bahwa Yiguandao ini melakukan ritual telanjang dalam kegiatannya. Rumor ini sempat beredar pada saat Yiguandao masih belum berstatus legal di Taiwan (sebelum tahun 1987). Hal itu memang jelas merupakan fitnah. Salah satu fitnahan lain yang beberapa kali saya dengar adalah adanya anggapan bahwa Yiguandao itu mengeruk keuntungan dari para umat yang memohon Tao. Saya sendiri tidak tahu bagaimana cara Yiguandao beroperasi di masa lalu, khususnya di masa-masa perang, dan saya juga tidak tahu bagaimana cara operasional di kalangan lain. Tapi kalau berdasarkan apa yang terjadi di kalangan Yiguandao saya dulu, saya bisa memastikan itu tidak benar. Karena jumlah uang sumbangan umat yang memohon Ketuhanan itu bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya untuk membeli buah dan buku-buku yang dicetak setiap kali ada upacara Memohon Tao (Qiudao). Tapi selain anggapan-anggapan yang keliru tersebut, sebenarnya ada banyak ucapan-ucapan di luaran yang menurut saya memang fakta dan terbukti benar, seperti contohnya ada omongan yang mengatakan kelompok asal mula Yiguandao ini dulunya pernah melakukan pemberontakan, Yiguandao ini bukanlah agama Buddha, Yiguandao tidak mengajarkan apa yang diajarkan Buddha Sakyamuni, patriark-patriark dalam silsilah mereka banyak yang dihukum mati, ajaran Yiguandao sama dengan ajaran tradisi Teratai Putih (白蓮教), Maha Guru Zhang Tianran pernah ditangkap pemerintah, salah satu kalangan Yiguandao pernah memalsukan praktik peminjaman raga (sancai) dan masih banyak lagi. Semua pernyataan-pernyataan tersebut bukan fitnahan dan bisa dibuktikan kebenarannya.
Dan dalam teks Kitab Uraian Metafisika di atas, ada kata-kata 佛云:「經過一次謗,就了一分冤愆」Buddha mengatakan : “Setelah menerima satu fitnah-an, dapat-lah mengurangi sebagian dosa.”. Ini adalah salah satu praktik yang sering dilakukan oleh kalangan Yiguandao. Di tema-tema ceramahnya sering sekali ditulis 佛云 ..............yang artinya Buddha mengatakan ............... . Setelah saya banyak mendalami ajaran-ajaran Buddha, saya baru menyadari bahwa ternyata ada banyak sekali atau bahkan hampir semua ucapan-ucapan Buddha yang dimasukkan dalam ceramah-ceramah Yiguandao tidak pernah ada di sutra kitab suci tripitaka maupun sutra-sutra Mahayana manapun. Bagi pandangan saya pribadi, inilah salah satu alasan utama mengapa Yiguandao selalu merahasiakan ajaran-ajarannya agar tidak diketahui publik. Bayangkan apa jadinya ajaran-ajaran dengan model seperti ini diketahui oleh orang-orang yang mendalami ajaran Buddha berdasarkan kitab suci secara benar. Ya jelas itu akan menimbulkan kontroversi. Dan yang saya sering temui di internet, biasanya para umat Yiguandao akan memposisikan diri sebagai korban dan merasa umat-umat agama Buddha itu sebagai pihak antagonis yang intoleran karena selalu menyerang mereka. Padahal jelas-jelas praktik-praktik Yiguandao yang seperti inilah yang menyebabkan kritik-kritik itu bermunculan. Kalau mau tahu rasanya, bayangkan saja kalau ada kelompok di luar fotang yang membagikan materi menyebut Maha Guru, Lao Qianren, Qianren berkata-kata tertentu yang isinya jauh bertentangan dengan apa yang selama ini anda ketahui. Ya begitulah rasanya. Maka saran saya, akan lebih bijak bagi umat-umat Yiguandao yang memang masih yakin dengan Firman Tuhan yang dimiliki Yiguandao, untuk menghindari menonton apalagi berkomentar di video-video kotbah / ceramah dhamma dari Buddhisme. Kan Dianchuanshi sendiri juga sering menghimbau para umat Yiguandao untuk tidak lagi belajar atau mengikuti ajaran-ajaran Pancaran Merah. Mengapa anda-anda semua masih ngeyel menonton ceramah dharma yang dianggap sudah tidak relevan oleh senior-senior anda.
Dan pernyataan bahwa setiap kebenaran sejati itu pasti ada fitnahan itu saya juga tidak sependapat. Bila semua orang sudah mengetahui kebenarannya maka otomatis fitnahan juga tidak banyak. Seperti contoh: pada saat vaksin pertama kali diciptakan, banyak orang mengkritik karena belum mengetahui dan memahami cara kerja vaksin. Banyak yang menganggap vaksin itu berbahaya karena setelah disuntik badan menjadi sakit. Padahal memang vaksin itu memang adalah bakteri atau virus yang dilemahkan. Dan tujuan dari vaksin memang untuk melatih badan ini membentuk anti bodi yang terlatih untuk melawan bila ada bakteri atau virus tersebut di kemudian hari. Tapi setelah orang mulai mengetahui kebenarannya, maka sekarang sangat jarang ada orang yang mengkritiknya. Tapi bila sebuah ilmu pengetahuan atau ajaran memang salah, meskipun yang meyakininya sudah mengklaim sana sini sebagai ajaran dan teori yang benar, juga suara-suara yang mengkritik juga akan terus menerus banyak, tidak peduli seberapa lamanya ajarannya didengungkan. Sebagai contoh: Komunitas Flat Earthers yang meyakini bumi ini datar. Keyakinan bahwa bumi itu datar sudah mereka yakini sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Mereka selalu beranggapan orang-orang yang percaya bahwa bumi datar itu adalah kebenaran. Bahkan pada saat ilmu pengetahuan membuktikan yang sebaliknya, orang-orang tersebut masih tidak percaya dan tetap yakin bahwa teori mereka sendiri. Dalam hal ini, mereka menganggap orang-orang yang percaya bumi itu bulat selalu mengkritik dan menfitnah mereka. Kalau ini yang terjadi, maka tidak peduli berapa lamapun waktu berlalu, kritik tetap akan banyak dan tidak akan hilang, karena memang apa yang mereka yakini itu bukan kebenaran.
Merahasiakan banyak hal kepada umat-umatnya
Selain sangat tertutup terhadap masyarakat luar, pada dasarnya Yiguandao sendiri juga sangat tertutup dari umat-nya sendiri. Ada banyak sekali fakta-fakta sejarah yang seperti sengaja dirahasiakan dan tidak pernah diceritakan ke umat-umatnya sendiri. Saya pribadi sudah membuktikannya sendiri di kalangan fotang saya dulu. Bahkan yang berposisi 講師 Jiangshi (Penceramah) sekalipun ternyata tidak ada yang tahu saat saya tanyakan. Tidak ada satu pun umat yang tahu riwayat para maha guru Yiguandao selain patriark ke-17 dan ke-18, tidak ada satupun umat yang mengenal riwayat Sesepuh Tua (Daozhang) dari grup kami sendiri, tidak ada satupun umat yang mengetahui bagaimana sejarah dari Yiguandao di Indonesia seperti apa, tidak ada satupun umat yang mengetahui bagaimana bisa terbentuk Miledadao, tidak ada satupun umat yang mengetahui asal usul Yiguandao bisa terbentuk, tidak ada yang tahu perbedaan ajaran-ajaran Yiguandao dengan ajaran-ajaran agama Buddha, tidak ada yang tahu kalau Yiguandao ini punya banyak grup selain Fayi (發一) dan Baoguang (寶光), banyak yang tidak tahu kalau grup Baoguang itu bukan hanya Miledadao tapi juga ada line dari Yiguandao yang masih menyebarkan ajaran di Indonesia, hampir semua tidak tahu perbedaan antara grup Fayi dan Baoguang, dan masih banyak lagi. Dan saat saya masih aktif di fotang dulu, saya menemukan ada semacam rahasia-rahasia yang harus dijaga di antara para senior, misalnya antara kelompok Taiwan dan kelompok Indonesia. Seperti contohnya saya dulu pernah mengcopy-kan semua materi powerpoint dari kelas yang berlangsung saat diminta oleh pimpinan Dianchuanshi (領導點傳師). Tapi tidak lama kemudian saya langsung ditegur oleh Dianchuanshi pemimpin fotang di Indonesia gara-gara memberikan data tersebut. Contoh lain adalah ketika di fotang saya ada kelas tertentu, dan tiba-tiba aktivitas kegiatan kelas itu ternyata dilihat oleh kalangan yang ada di Taiwan. Saya juga tidak tahu itu karena ada umat Indonesia yang share ke umat di Taiwan, atau karena ada umat yang meng-uploadnya diam-diam di sosmed. Karena Dianchuanshi di fotang saya dulu memang selalu melarang umat untuk mengupload kegiatan fotang di internet. Gara-gara hal itu, semua umat kena marah oleh Dianchuanshi dan selalu mengingatkan kita bahwa tidak boleh sembarangan membagikan sesuatu kepada kalangan lain. Kejadian-kejadian seperti itu berulang kali terjadi, dan saya bahkan sampai saat ini pun tidak pernah mengerti apa alasan semua serba dirahasiakan dan itu tidak boleh ini tidak boleh.
Studi tentang Yiguandao Bagian Sebelumnya (Bagian 15) : Apakah Yiguandao itu Agama Buddha?
Studi tentang Yiguandao Bagian Berikutnya (Bagian 17) : Coming Soon
Komentar