Beberapa waktu lalu, saya baru saja selesai membaca sebuah buku sejarah berjudul The Flying Phoenix: Aspecits of Chinese Sectarianism in Taiwan karya David K. Jordan dan Daniel L. Overmyer. Buku ini sebenarnya mulai kubaca cukup lama, tapi baru bisa menyelesaikannya baru-baru ini. Konten dari Yiguandao dalam buku ini ada sekitar 20-30% dari total keseluruhan buku, dan jujur menurutku, bagian tengah buku agak sedikit membosankan untuk dibaca, terutama yang berisi tentang kisah-kisah tokoh-tokoh agama Cihui Tang. Selain tokohnya sendiri yang tidak terkenal, saya sama sekali tidak kenal dengan agama-agama atau sekte-sekte yang dibahas. Bagi saya pribadi, yang menarik dari buku ini hanyalah bab 9 dan bab 10 saja (di mana itu spesifik membahas mengenai Yiguandao) Secara garis besar, buku ini membahas mengenai sekte-sekte keagamaan populer di Taiwan yang menjalankan tradisi bailuan (拜鑾) yang juga dikenal dengan fuji (扶乩), sebuah tradisi yang cukup populer di kalangan orang Tionghoa. Sec...
Suatu hari rombongan biku berjalan melewati padang dan tiba di sebuah pantai yang tersembunyi. Seorang biku kemudian melepaskan jubahnya dan berenang. Arus air laut sangat kencang dan mendorongnya sampai ke tengah laut. Seberapa keras usahanya untuk melawan arus, ombak tetap lebih kencang sehingga membawanya ke tengah laut sampai beberapa ratus meter dari daratan. Biku tersebut kemudian berhenti berusaha dan bersikap santai, melepas dan membiarkan arus membawanya. Setelah beberapa waktu berlalu, arus mulai melemah. Di saat itulah, biku tersebut berenang kembali ke daratan. Setelah sampai di daratan, biku tersebut bercerita bahwa dia menghabiskan banyak tenaga saat berusaha melawan arus. Dia yakin kalau dia terus melawan dan tidak berhenti, maka arus itu akan mengalahkannya. Bila itu yang terjadi, dia tidak akan bisa berenang kembali saat arus telah mereda.