Dari saat saya masih remaja sampai saat saya berumur 30an tahun, saya banyak membaca buku dan menghadiri seminar-seminar pengembangan diri. Dan hampir isi dari buku maupun seminar yang saya hadiri menyampaikan hal yang sama, antara lain pentingnya setting goal (mempunyai impian), mempunyai motivasi yang besar dan hal-hal seperti itu. Tapi saat saya membaca buku ini, justru teori yang disampaikan dalam buku ini memuat hal yang sangat bertolak belakang dengan pandangan-pandangan tersebut. Dan setelah saya pratekkan sendiri, ternyata isi dalam buku ini jauh lebih bisa dan lebih mudah diaplikasikan daripada ilmu-ilmu motivasi dan pengembangan diri yang selama bertahun-tahun saya yakini dan saya coba terapkan dalam kehidupan.
Selama ini memang banyak orang yang luar biasa sukses karena mempunyai impian besar, contohnya sih ya tokoh-tokoh motivator, sebut saja Tung Desem Waringin, Andri Wongso, Merry Riana, Anthony Robbins, ataupun banyak sekali tokoh-tokoh inspiratif lainnya. Tapi saya juga menemukan banyak sekali tokoh-tokoh yang sebenarnya dari awalnya tidak mempunyai impian yang luar biasa, melainkan berawal dari kesukaannya terhadap suatu bidang dan mereka sangat mencintai bidang tersebut sampai-sampai secara tidak sadar mereka menjadi sangat mahir dan ahli di bidang tersebut dan itu membuat mereka menjadi besar dan sukses. Orang-orang seperti inilah yang menurut saya secara tidak sadar menerapkan apa yang coba disampaikan di buku ini. Terkadang kesuksesan itu bukanlah perkara punya impian atau setting goal yang besar. Kalau kalau impian dan setting goal adalah faktor terpenting, saya rasa hampir semua orang itu pasti punya impian dan keinginan, tapi kenapa yang sukses bisa dihitung jari.
Hal yang benar-benar membedakan orang sukses dan tidak, biasanya karena adalah mereka-mereka yang sukses itu adalah orang-orang yang melakukan action secara konsisten. Orang-orang besar dan hebat biasanya akan melakukan sesuatu secara konsisten terus menerus sampai orang-orang tersebut menjadi sangat ahli dan hebat dalam apa yang dilakukannya. Inilah yang coba disampaikan oleh buku Atomic Habits ini. Kebiasaan yang awalnya kecil kalau secara konsisten dilakukan secara terus menerus akan menghasilkan sesuatu yang besar. Hukum Atomic Habits dalam buku ini juga berlaku pada keinginan tertentu, seperti contohnya keinginan untuk menjalankan diet sehat. Ada satu kata-kata dari Deddy Corbuzier yang saya sangat setuju saat ditanya orang mengenai "Diet apa yang terbaik?" Dia menjawab: "Diet yang dijalankan." Ya itu memang fakta, ada begitu banyak orang di luar sana yang gagal menjalankan diet, karena mereka rata-rata hanya bisa bertahan menjalankannya sebentar saja dan tidak konsisten. Nah. Sebenarnya hal paling penting agar kita bisa merubah hidup dan mencapai sesuatu dalam hidup kita itu bukanlah mempunyai impian yang besar, tapi mempunyai sistem dan kebiasan yang baik yang dilakukan terus menerus sehingga membuat kita bisa meningkat setiap harinya. Dan semua ilmu mengenai bagaimana membentuk kebiasaan-kebiasaan yang baik bisa anda dapatkan dari membaca buku ini.
Hal menarik dari buku ini adalah pembukaannya yang berisi cerita dramatis mengenai si penulis yang mengalami kecelakaan saat pertandingan Baseball di masa mudanya. Sejak kejadian itu, dia yang awalnya adalah seorang remaja aktif yang punya prospek sangat besar seperti sedang dibanting ke dasar bumi di mana hal-hal yang sebelumnya bisa dia lakukan dengan sangat trampil menjadi sulit sekali dilakukan. Tapi dia kemudian mulai melakukan langkah demi langkah kecil yang secara konsisten dilakukannya yang ternyata berdampak besar pada kehidupannya kelak. Dan pengalaman itulah yang coba dituangkannya dalam buku ini.
Banyak pelajaran penting yang saya dapatkan dari buku ini. Dan saat saya mencoba mempraktekkan apa yang diajarkan di buku ini, ternyata benar-benar jauh lebih mudah dibandingkan saran-saran dari para motivator di masa lalu yang selalu berorientasi dan berfokus pada motivasi dan goal setting terlebih dahulu. Pada umumnya, kita sering melebih-lebihkan satu momen menentukan tapi meremehkan peningkatan tiap harinya. Yang coba disampaikan dari buku ini adalah perubahan hanya 1% saja asalkan dilakukan terus menerus akan membawa dampak yang sangat besar di masa depan. Buku ini cukup banyak merubah cara pandangku yang selama ini berpandangan bahwa tujuan dan goal itu adalah yang paling penting dalam sebuah kesuksesan. Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa lebih baik fokus membenahin proses daripada orientasi kepada hasil. Menentukan target tidak berpengaruh pada hasil akhir. Progres sehari-harilah yang akan mempengaruhi hasil akhir. Buat kalian yang ingin bisa membentuk kebiasaan-kebiasaan baik dan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan buruk, buku ini adalah buku wajib yang harus kalian baca.
Komentar