Langsung ke konten utama

Hal-hal yang Tidak Kita Sadari bila hanya Menonton film Harry Potter and the Chamber of Secret

Setelah beberapa hal-hal yang terlewatkan jika hanya menonton film Harry Potter and the Philosopher Stone, kali ini giliran novel keduanya yang berjudul Harry Potter and the Chamber of Secret yang akan bahas. Secara keseluruhan dibandingkan seri pertamanya ada lebih banyak perbedaan antara versi novel dan movie di judul kedua ini, ini pun tidak termasuk beberapa perbedaan minor yang tidak mengubah pemahaman kita pada keseluruhan cerita, seperti misalnya adegan di film yang tidak ada di novelnya saat Harry Potter hampir jatuh dari mobil terbang saat dia menuju ke Hogwarts, atau lokasi Colin di versi film saat pertama kali mengambil foto Harry adalah di aula besar di mana di novel lokasinya adalah saat di luar gedung, dll. Novel keduanya harus diakui menghadirkan beberapa adegan yang lebih seru dibandingkan novel pertamanya. 

Berikut adalah beberapa hal-hal penting yang tidak kita sadari jika hanya menonton filmnya yang saya notice :

  • Tidak ada adegan perkelahian antara Arthur Wesley dan Lucius Malfoy saat mereka berdua berada di Flourish and Blotts di film. Jika kita hanya menonton filmnya, tentu kita tidak akan tahu seberapa tidak sukanya Wesley kepada keluarga Malfoy, begitu pula sebaliknya.
  • Gilderoy Lockhart di film tidak terlalu terlihat narsis seperti di novelnya.
  • Tidak ada pesta ulang tahun kematian Nick dan Pesta Halloween di versi film. Hantu-hantu banyak yang tidak ditampilkan di film seperti Peeves, Sir Patrick, dll.
  • Di versi film yang mengajar pelajaran sejarah adalah Professor McGonagall, padahal di buku yang mengajar adalah profesor Cuthbert Binns Yang adalah satu2nya pengajar hantu di Hogwarts.
  • Buku Moste Potente Potions tentang cara membuat Polyjuice Potion dengan mudah dibaca oleh Harry dkk di perpustakaan sehingga terkesan seperti bukan buku terlarang di film.
  • Ada adegan duel antara Potter vs Malfoy di Quiddich di film, di novel tidak ada duel. Harry hanyalah mengambil kesempatan saat snitch ada di samping Malfoy dan dia tidak menyadarinya
  • Herminoe membantu menghancurkan Bludger saat mengincar Harry saat dia terjatuh dan berhasil menangkap Snitch. Harry tetap sadar saat jatuh menangkap Snitch di film, sedangkan di novelnya dia pingsan.
  • Tidak ada hari Valentine di film.
  • Tidak ada tokoh Prof Dippet (Kepala Sekolah Hogwarts 50 tahun lalu) di versi film. Dan Prof Dumbledore sudah menjabat kepala sekolah waktu itu.
  • Korban murid membatu yang ketiga yaitu Penelope Clearwater (Prefek Ravenclaw) tidak ada di versi film.
  • Kejadian Penelope dan Hermione yang membatu membuat suasana di Hogwarts sangatlah mencekam di novel, sedangkan di film kita tidak merasakan itu.
Judul Sebelumnya : Harry Potter and the Philisopher's Stone

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung meyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan buk...

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Sejati Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing adalah salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Kitab ini merupakan salah satu kitab utama yang dianggap paling penting di Yiguandao, karena kitab ini yang dijadikan dasar dari keyakinan bahwa Buddha Maitreya adalah Buddha yang memegang kuasa alam saat ini di masa pancaran putih. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diajarkan dan diyakini oleh kalangan Yiguandao.

Sejarah Tiger Wong, Komik Kungfu Populer asal Hongkong di tahun 90an

Bagi kalian yang lahir di tahun 1970-1990 an, tentu tidak asing dengan tokoh legendaris yang bernama Tiger Wong . Tiger Wong adalah judul salah satu komik karya Tony Wong yang berjudul asli 龍虎門 (Long Hu Men) atau lebih dikenal dengan sebutan Oriental Heroes di beberapa negara. Di Indonesia, sebelum rilisnya komik Long Hu Men yang dirilis M & C, tidak banyak yang mengenal Long Hu Men / Oriental Heroes, orang lebih mengenal komik ini dengan nama Tiger Wong. Komik ini begitu seru dan menarik sampai saya pribadi dulu juga selalu tidak sabar menunggu kelanjutan dari cerita komik ini setiap minggunya. Banyak para milenial atau mungkin generasi X yang merupakan fans dari serial ini mungkin tidak tahu bahwa komik Tiger Wong yang dulu kita baca ternyata hanyalah separuh dari keseluruhan komik aslinya. Ingin tahu lebih banyak tentang Tiger Wong? Baca terus sampai habis ya. Sejarah dari Komik Tiger Wong Tiger Wong atau lebih dikenal secara internasional dengan nama Oriental Heroes adalah ma...