Hal-Hal yang Terlewatkan jika hanya menonton film Film Harry Potter and The Prisoner of Azkaban tanpa membaca novelnya
Buku ketiga Harry Potter yang berjudul Harry Potter and the Prisoner of Azkaban bisa dibilang adalah buku Harry Potter paling kusuka setelah selesai membaca tiga buku Harry Potter yang pertama. Adanya adegan heroik di akhir menjadi salah satu adegan terkeren dalam serial ini. Inti cerita buku ketiga ini berpusat pada tokoh penjahat yg kabur dari Azkaban yang bernama Sirius Black. Berita-berita mengatakan penjahat ini sudah banyak membunuh orang serta merupakan kesayangan Pangeran Kegelapan Voldemort. Buku ini juga mengungkap rahasia masa lalu dari orang tua Harry Potter.
Sama halnya seperti novel-novel sebelumnya, saya menemukan beberapa hal-hal penting di novel yang saya lewatkan saat dulu saya hanya menonton filmnya. Berikut adalah perbedaan-perbedaan yang penting yang hanya bisa dirasakan saat membaca novelnya :
- Herminone mengambil mata pelajaran sangat banyak di tahun ke tiganya di Hogwarts, sampai-sampai dia sering kali ambil kelas dengan jam yang sama dan selalu kelihatan belajar terus. Hal ini tidak terlalu terlihat jika kita hanya menonton filmnya saja.
- Suasana sangat mencekam di Hogwards akibat lepasnya Sirius Black tidak terlalu terlihat di versi film. Murid dilarang berkeliaran seenaknya selama hampir setahun di Hogwarts
- Kasus Hippogriff yang divonis mati gak terlalu jelas diceritakan di versi film
- Hermione dan Ron sempat bertengkar hebat di novel, tapi tidak terlihat di filmnya
- Sapu Firebolt sudah diterima Harry sejak pertandingan pertama Quiddich di tahun itu, di film sapunya baru dikirim di akhir-akhir film.
- Pertandingan Quiddich ke 2 sampai yang terakhir sama sekali tidak ada di film. Padahal di situlah kehebatan sapu baru Harry (Firebolt) diperlihatkan
Komentar