Bab 11 Ada dan Kosong
三十輻。共一轂。當其無。有車之用。
Tiga puluh jari-jari tergabung menjadi satu dalam satu poros as roda,
karena ada kekosongan di tengah, barulah berguna sehingga roda bisa berputar, sehingga kereta dapat bergerak.
挺埴以為器。當其無。有器之用。
Tanah liat dibentuk menjadi sebuah keramik. Karena kekosongannya di tengah, barulah berguna sebagai wadah sehingga bisa diisi
鑿戶牖以室。當其無。有室之用。
Melubangi dinding sebagai Pintu dan jendela . Karena kekosongannya, barulah ada ruangan yang bisa digunakan
故。有之以為利。無之以為用。
Maka
Kita sering berpikir bahwa yang Ada itu yang menguntungkan
Akan tetapi kekosongan itulah yang membuatnya bisa digunakan
Penjelasan :
Konsep wuwei dijelaskan dengan lebih mendalam dalam bab ini. Ada banyak tafsir pada beberapa buku terjemahan yang saya baca. Salah satu tafsir yang banyak dipahami oleh beberapa penulis adalah Ada dan Tidak Ada ini diibaratkan seperti gelas yang berisi air setengah penuh. Air itu adalah isi, dan bagian yang belum terisi itu disebut kosong. Makna dari konsep ini, adalah bila otak orang sudah penuh melekat satu dogma atau doktrin yang dia yakini yang belum tentu benar, maka otaknya menjadi tidak punya sisa ruang kosong lagi untuk memikirkan hal lain selain yang dia yakini. Orang seperti ini biasanya sangatlah kaku dan menjadi intoleran, sehingga menjadi orang yang kurang bijak dan tidak objektif. Sebaliknya, seorang intelektual yang merasa masih kurang dan belum tahu banyak akan merendah. Dia mau mendengarkan pendapat orang lain dan mempelajari ajaran yang berbeda sebagai pembanding. Otaknya masih memiliki banyak ruang kosong untuk diisi pengetahuan baru. Dia tidak menjadi orang yang dogmatis dan justru memperluas wawasan.
Penjelasan di atas sangatlah bagus. Tapi sebenarnya ada makna yang lebih mendalam mengenai konsep Ada dan Tidak Ada ini. Bila anda mempelajari ajaran agama Buddha, anda akan menemukan makna yang lebih mendalam tentang konsep ini. Konsep ini mirip dengan konsep Sunyata atau Anatta di ajaran Buddhis yang berarti adalah tidak ada inti / esensi dalam segala sesuatu. Maka ada kata-kata yang sangat terkenal yang di Indonesia dipopulerkan oleh serial televisi Sun Go Kong, yaitu "Ada tapi Kosong. Kosong tapi Ada". Makna dari kata-kata itu juga ada pada kalimat di bab ini, dan maknanya sangat mendalam. Sangat sedikit yang bisa memahami arti sesungguhnya. Pada dasarnya segala sesuatu di dunia itu adalah kosong atau tidak ada. Tapi segala kekosongan itu ternyata memiliki kegunaan sehingga dalam arti lain bahwa kekosongan itu berarti ada. Itu sebenarnya menunjukkan bahwa segala sesuatu di dunia ini pada dasarnya hanyalah gabungan dari unsur-unsur atau elemen-elemen saja tapi pada dasarnya semuanya itu tidak memiliki inti (alias kosong). Sebagai contoh : Rumah. Rumah itu ada karena merupakan gabungan dari dinding, pintu, jendela, genteng, dll. Apakah inti dari rumah? Tidak ada. Maka rumah itu sendiri adalah kosong. Karena bila semua elemen rumah (pintu, jendela, genteng, dinding) dibongkar, maka itu sudah bukan rumah lagi. Contoh lain misalnya adalah sapu lidi. Bila tali pengikat sapu lidi itu kamu lepas dan lidi-lidi itu kamu bongkar, dapatkah kamu menemukan inti dari sapu lidi itu? Tidak ada. Maka sapu lidi itu adalah kosong. Sapu lidi disebut lidi karena merupakan gabungan elemen-elemen yaitu lidi-lidi diikat oleh sebuah tali. Begitu pula dengan manusia. Manusia itu juga pada dasarnya adalah kosong / tidak mempunyai Aku. Pada saat meninggal nanti, saat mayat sudah membusuk dan tidak ada yang tersisa, maka manusia tersebut juga sudah tidak ada lagi. Maka dikatakan bahwa di dunia ini semuanya sifatnya adalah kosong karena semua yang terkondisi di dunia ini sifatnya tidak kekal.
Bab Sebelumnya : Bab 10 Memiliki Sifat Wuwei
Komentar