Bab 12 Tidak terus Mengejar Nafsu Keinginan Indrawi
五色。令人目盲。
Pancawarna bisa membuat mata menjadi buta
五音。令人耳聾。
Pancanada bisa membikin kuping menjadi tuli
五味。令人口爽。
Pancarasa bisa membuat selera menjadi hambar
馳騁畋獵。令人發狂。
Memacu kuda berlari cepat untuk berburu membuat hati orang menjadi gila
難得之貨。令人行妨。
Memiliki barang yang sulit didapatkan membuat takut dicuri orang
是以聖人為腹不為目。
Maka hanya Sheng Ren asalkan perut tercukupi tidak mengejar yang diinginkan oleh mata
故去彼取此。
Maka,
Dia menjauhi kehidupan yang terus mengejar kenikmatan indra dan mempertahankan hidup yang sederhana dan berkecukupan
Penjelasan :
Semua kenikmatan yang dihasilkan dari keinginan melalui mata, telinga, mulut, hidung dan badan pada dasarnya hanya akan membuat kita menginginkan kenikmatan tersebut lagi dan lagi. Dan tidak jarang kenikmatan yang dirasa nikmat menjadi tidak senikmat waktu awal merasakannya, sehingga orang seringkali mencari kenikmatan yang lebih dari sebelumnya, sehingga ini menyebabkan manusia tidak henti-hentinya mengejar sesuatu selama hidup. Dan di saat manusia sudah terbiasa dengan kenikmatan2 itu dan suatu hari tiba2 kehilangan atau tidak lagi mendapatkannya, mereka akan merasa sangat menderita. Maka diibaratkan oleh Laozi hati manusia ini sudah menjadi gila hanya karena sensasi kenikmatan sesaat yang dirasakan seperti layaknya memacu kuda berlari untuk berburu binatang. Manusia demi kesenangan yang sifatnya tidak kekal, terus saja mengejarnya. Dalam istilah modern ada satu istilah yang disebut dengan dopamin. Kalau kita menjadi manusia yang hanya mengejar kesenangan yg memicu dopamine, maka kita akan terjebak dalam suatu perputaran kehidupan yang terus menerus mencari dan mengejar tanpa pernah merasa puas. Di jaman modern ini, dampak dari mendapatkan dopamin tanpa memerlukan usaha terbukti malah membuat orang menjadi merasa hambar (inilah yang dimaksud ibarat mata seperti buta, telinga seperti tuli, mulut terasa hambar), contohnya adalah orang yang sudah teradiksi sosial media, terkadang bisa menghabiskan waktu berjam-jam cuma melihat layar HP, tapi dalam batinnya terus saja merasa tidak puas dan tidak pernah merasa bahagia. Oleh karena itu seorang yang sudah mencapai tingkat kesucian akan berfokus pada penempaan batin di mana batin ini tidak lagi diisi dengan keinginan-keinginan untuk mengejar nafsu-nafsu indrawi yang sifatnya hanyalah sementara. Batin seorang yang suci adalah batin yang tahu bagaimana cara hidup bahagia tanpa harus mengejar dan mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut.
Komentar