Antara tahun-tahun terakhir dinasti Qing dan 1945, Tiongkok mengalami masa krisis, kerusuhan sipil, dan invasi asing. Konfusianisme dan Kekaisaran runtuh dengan cepat. Di masa republik Tiongkok antara tahun 1912 dan 1949, sekte-sekte agama rakyat menjamur dan berkembang dengan cepat.
Ketika Maha Guru Lu meninggal di tahun 1925, pengikutnya terbagi menjadi beberapa kelompok, salah satunya dipimpin oleh 張天然 Zhang TianRan yang berdasarkan petunjuk melalui Fuji (tulisan roh) menasbihkan diri sebagai maha guru ke-18. Beliau mengambil 孫素真 Sun Suzhen sebagai pasangannya sebagai istri ke-3nya, menyatakan bahwa pernikahan mereka adalah pesan dari Ibu Suci. Dan disebutkan juga bahwa beliau adalah reinkaransi dari Buddha 濟公 Jigong, seorang biksu ajaib yang yang hidup antara akhir abad ke-12 dan abad ke-13.
Namun, hanya sedikit dari kalangan Tao yang menyambut baik klaim baru tersebut; banyak yang menantang keabsahan wahyu tersebut dan keluar dari kelompok tersebut. Karena alasan ini, Zhang Tianran dan kedua istrinya akhirnya pindah ke Jinan pada tahun 1931. Di sana, kelompok-kelompok agama yang berbeda bersaing satu sama lain, dan Zhang Tianran mulai mengkhotbahkan Yiguandao secara langsung. Zhang TianRan mengubah struktur organisasi, dan banyak menekankan pada aktivitas penyebaran (misionaris). Penggunaan 扶乩Fuji / Tulisan Roh yang dilakukan oleh 三才San Cai sangat berperan penting dalam aktivitas penyebaran saat itu.
Sebelumnya, Maha Guru ke 15 Wang JueYi sebenarnya sudah tidak merekomendasikan praktek tulisan roh ini karena sulit memastikan kebenarannya akibat tidak bisa mengetahui secara pasti roh apa yang masuk meminjam badan. Tapi karena tulisan roh sangatlah populer di kalangan masyarakat China saat itu, Zhang Tianran mempergunakannya kembali saat beliau memimpin kalangan Yiguan Dao. Kalangan Tao Zhang Tianran menghasilkan banyak sekali naskah hasil penulisan roh untuk mempopulerkan ajaran Yiguan Dao dan ritualnya. Zhang Tianran menggunakan Tulisan roh sebagai Zhang Tianran merekrut ratusan pengikut, dan Jinan menjadi basis utama Yiguandao. Banyak umat yang dilintasi mulai berkhotbah di kota-kota besar lainnya, di mana Yiguandao diterima dengan baik. Dari tahun 1934, misionaris Yiguandao dikirim ke Tianjin dan Qingdao. Untuk memfasilitasi penyebaran, Perubahan struktur Yiguandao, yang saat itu mempertahankan struktur sembilan tingkat (九品蓮台jiupin liantai) Xiantiandao diubah menjadi empat tingkatan, Zhang sebagai patriark, dan di bawahnya adalah para 道长 DaoZhang (pemimpin kelompok), 點傳師 DianChuan Shi (pandita), dan di bawahnya lagi adalah para 壇主 TanZhu (pemilik cetya). Para pandita berfungsi sebagai misionaris, sementara para pemilik cetya adalah seperti layaknya manajer dari unit kelompok yang terdiri dari beberapa umat. Berbeda dengan agama Buddha tradisional dan agama Taoisme, Yiguan Dao sangat agresif dalam mencari umat dan menyebarkan ajarannya. Zhang TianRan sangat menekankan pentingnya misi pelintasan dan penyebaran ini. Di tahun 1938, beliau menggelar 爐會 Lu Hui, sebuah kelas gemblengan untuk membentuk kader-kader petugas suci di Tianjin. Kelas penempaan itu sangatlah ketat dan sangatlah menggembleng peserta-peserta yang ikut. Banyak dari ratusan orang yang ikut kelas gemblengan itu yang menjadi tokoh pemimpin penting di kalangan Yiguan Dao. Di tahun itu, Zhang TianRan menyebarkan para petugas suci yang sudah terlatih ke seluruh negeri untuk membuka ladang-ladang baru. Dengan dibekali tulisan-tulisan roh dari para SanCai dan sistem pelintasan umat yang terstruktur, Yiguan Dao menyebar dengan sangat cepat. Kekacauan politik dan krisis sosial akibat dari invasi Jepang membuat Yiguan Dao ini sangatlah menarik bagi masyarakat Tiongkok waktu itu. Jumlah pengikut YiGuan Dao dengan cepat mencapai jutaan termasuk juga para pejabat pemerintahan boneka Jepang, 汪精衞 Wang Jingwei. Yiguan Dao saat itu tersebar di 441 kabupaten dengan jumlah umat rata-rata per kabupaten adalah 6525 orang. Diperkirakan saat itu jumlah umat dari Yiguan Dao mencapai 10 juta orang dan tidak dapat disangkal lagi bahwa Yiguan Dao merupakan kelompok agama rakyat terbesar di China daratan saat itu,
Setelah Zhang Tianran meninggal, terjadi perpecahan di antara pengikutnya dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 師母派 Shimu pai dan 正義輔導會 Zhengyi Fudaohui / 師兄派 Shixiong pai.
Shimu pai dipimpin oleh Sun Suzhen, yang merupakan istri muda (istri ke-3) dari Zhang Tianran, sedangkan kelompok satunya dipimpin oleh istri tua (istri ke-2) 劉率貞 (juga dikenal dengan nama Liu Yuehui 劉月輝, 1896–1953) dan anak tertuanya Zhang Maoming 張茂明 (juga dikenal dengan nama Zhang Yingyu 張英譽, 1916–1953).
Ketika Chinese Communist Party berkuasa di tahun 1949, Yiguan Dao mendapatkan penindasan yang kejam. Di koran 人民日报 The People's Daily terbitan 20 Desember 1950 menulis editorial berjudul 堅決取締一貫道 Jianjue Qudi Yiguan Dao (Dengan Tegas Melarang YiGuan Dao). Tulisan ini menandai dimulainya pemberantasan Yiguan Dao di seluruh negeri. Target utama upaya pemberantasan itu adalah menghancurkan organisasi dan struktur dari Yiguan Dao. CCP menangkap hampir semua pemimpin Yiguan Dao, termasuk anak dari Zhang TianRan. Di Beijing, polisi menangkap ratusan pemimpin Yiguan Dao, 42 ditembak mati dan sisanya dimasukkan penjara. Semua yang dipenjara juga menjalani edukasi politik yang intens selama 20-30 hari untuk membuat mereka meninggalkan keyakinan mereka. Di tahun 1952, Partai Komunis Tiongkok merilis sebuah film berjudul 一贯害人道 Yiguan Hairen Dao (Jalan Konsisten yang Merugikan Orang) sebagai propaganda untuk mengungkapkan keburukan dari Yiguan Dao.
![]() |
Poster Film一贯害人道 Yiguan Hai Ren Dao |
Sebagai bagian dari propaganda yang mengutuk Yiguan Dao, pertemuan-pertemuan massal dilakukan, di mana beberapa orang percaya biasa diatur untuk mengungkapkan keluhan mereka terhadap Yiguan Dao. Melalui propaganda semacam itu, banyak umat yang secara resmi mendaftarkan diri untuk meninggalkan Yiguan Dao. Jumlahnya di Bejing mencapai 178.074 orang. Upaya pemberatasan ini berhasil menghancurkan Yiguan Dao di China daratan secara besar-besaran. Walaupun masih ada beberapa pengikutnya yang secara sembunyi-sembunyi belum meninggalkan keyakinan mereka, tapi Yiguan Dao jelas sudah tidak mungkin bisa beroperasi di China daratan. Oleh karena itulah banyak pengikut Yiguan Dao yang masih setia, termasuk Sun Suzhen pindah ke Hong Kong, dan kemudian ke Taiwan, di mana Yiguan Dao dapat bertahan dan berkembang.
Cerita Sebelumnya : Asal Usul Terbentuknya Yiguandao
Cerita Selanjutnya : Yiguan Dao di Taiwan (1949-1987)
Komentar