Bab 18 Baik dan Buruk
大道廢,有仁義;
Saat Maha Tao diabaikan, akan muncul kebajikan dan integritas
智慧出,有大偽;
Saat pengetahuan dan kebijaksanaan muncul, akan timbul
kemunafikan besar
六親不和,有孝慈;
Saat keluarga tidak harmonis lagi, akan timbul rasa
cinta berbakti kepada orang tua
國家昏亂,有忠臣。
Saat negara sedang dalam keadaan kacau, akan ada
pejabat yang setia membela negara
Penjelasan :
Bab ini menjelaskan hal yang ada di dunia ini. Semua
hal ibarat seperti kepingan uang logam, ada dua sisi, seperti layaknya yin dan
yang. Ada siang ada malam, ada baik ada buruk, ada cantik ada jelek, ada pandai
ada bodoh. Dahulu kala, saat orang
berjiwa Tao, maka keadaan dunia ini sangatlah baik dan adil. Tapi seiring
berkembangnya zaman, mulai ada orang yang timbul keserakahannya sehingga mulai
meninggalkan Tao yang Agung. Kealamian mulai hilang, keserakahan semakin lama semakin banyak, sehingga
timbul perang di mana-mana. Di saat perang berkecamuk, mulai muncul orang-orang
yang berjiwa luhur yang memiliki rasa cinta kasih dan keadilan.
Begitu juga saat banyak orang mulai memahami segala sesuatunya dan lebih bijaksana, maka secara tidak langsung orang-orang tersebut juga akan merasa bahwa diri mereka bijaksana. Sehingga pada saat itu mereka akan merasa ingin menjaga nama baik mereka di lingkungannya. Maka ini akan membuat orang menjadi munafik. Maka dikatakan orang yang berjiwa Tao biasanya justru tidak akan menonjolkan kecerdasan dan kebijaksanaan mereka di depan orang. Sehingga tidak ada orang yang merasa paling pandai ataupun arif. Tapi orang pada umumnya masih akan mempunyai nafsu keinginan, ingin merasa lebih unggul dari yang lain. Di saat itulah kemunafikan dan kepalsuan tumbuh di kalangan masyarakat.
Saat hubungan keluarga (六親 = orang
tua, anak, kakak, adik dan suami-istri) tidak lagi rukun dan harmonis, maka
keluarga akan saling bertengkar dan saling berebut harta ataupun materi. Bila
ini sampai terjadi, maka akan ada pihak dari anak-anak yang sadar dan tergugah
untuk timbul rasa cinta mereka dan ingin berbakti kepada orang tua.
Saat sebuah negara berada dalam keadaan kacau atau peperangan terjadi di mana-mana, maka akan muncul orang-orang yang cinta negara yang akan berusaha untuk memperbaikinya.
Dari contoh-contoh di atas, kita bisa mengambil pelajaran
bahwa apa yang terjadi di dunia ini sebetulnya sangatlah relatif. Kejadian yang
terlihat sangat buruk, terkadang bisa memberikan pelajaran baik buat kita.
Sesuatu yang terlihat seperti penderitaan, bila kita melihatnya dengan
bijaksana maka kita justru melihatnya sebagai kebaikan, seperti contohnya pada
saat kita menderita sakit keras, kita mulai memperhatikan pola hidup dan pola makan.
Sesuatu hal yang terlihat sangat baik, bisa mendatangkan malapetaka di masa
depan, seperti contohnya : orang kaya yang hidup sangat berkecukupan sehingga
memanjakan anaknya dengan menuruti semua kemauannya. Di kemudian hari, anak
tersebut akan menjadi anak yang manja dan tidak bisa menjadi orang yang
berkarakter baik.
Bab Sebelumnya : Bab 17 Empat Tingkat Kualitas Pemimpin
Bab Selanjutnya : Bab 19 Tiga Hal yang Ditinggalkan
Komentar