Langsung ke konten utama

Hal-Hal yang Terlewatkan Bila Hanya Menonton film Harry Potter and the Deathly Hallow tanpa membaca Novelnya

Akhirnya, kemarin saya selesai membaca buku ke-7 yang merupakan seri terakhir dari serial Harry Potter. Setelah membaca semuanya, bagi saya buku terakhir ini merupakan buku yang paling mindblowing dan membuatku takjub. Semua misteri-misteri yang ada di seri-seri sebelumnya akhirnya terjawab di seri ini. Plot twist yang paling keren tentu saja adalah masa lalu Snape. Selain itu beberapa momen seperti saat Harry Potter kembali ke Hogwards itu benar-benar menaikkan adrenalin dan sedikit mengharukan. Itulah sebabnya saya bisa ngebut membaca seri ke-7 ini sampai habis. Dan melanjutkan tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya akan menuliskan beberapa poin yang menurutku terlewatkan bila kita hanya menonton filmnya saja tanpa membaca novelnya. 

  • Di novel, saat Harry Potter masih di rumah keluarga Dudley dan akan berangkat dikawal oleh pasukan Order of the Phoenix, terungkap bahwa Dudley menghargai Harry yang pernah menyelamatkannya dan memberikan respek kepadanya yang membuat Harry sedikit kaget.
  • Di novel ada isi dari koran Daily Prophet tentang masa lalu keluarga Dumbledoore dan pertempurannya dengan Glinderwald yang legendaris. Dumbledore mempunyai adik yang tidak pernah masuk sekolah sihir dan meninggal di usia muda. Adiknya juga tidak pernah terlihat semasa hidup.
  • Harry dan pasukan Order of The Phoenix langsung menuju ke The Burrow di film. Sedangkan di novel setiap pasangan mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Seperti contohnya Harry dan Hagrid menuju ke rumah Tonks, Ron dan Tonks ke rumah bibi Muriel. Setelah dari tempat-tempat tersebut, barulah mereka menujuk ke The Burrow untuk berkumpul.
  • Di novel, pertempuran Harry melawan Death Eaters saat menuju The Burrow digambarkan sedikit berbeda, di mana Hedwig tidak terbang menyerang Death Eaters tapi mati di sangkarnya. Selain itu Hagrid juga jatuh dari motornya pada saat mereka akan sampai ke tujuan. Di film, Hagrid hanya tidak sadarkan diri di motornya dan tersadar saat akan sampai.
  • Saat di The Burrow, Mrs. Wesley sempat menanyai Harry mengenai apakah Harry, Ron dan Hermione akan kembali ke Hogwarts apa tidak. Harry menjawab tidak dan beralasan dia dapat tugas dari Dumbledoore. Karena itulah Mrs. Wesley sengaja mengatur agar Harry, Ron dan Hermione selalu terpisah agar mereka tidak bersama sehingga tidak ada rencana untuk merencanakan apa-apa sehingga pergi dari The Burrow.
  • Di novel, Ron membuat rencana menggunakan hantu kuburnya (semacam hantu berpenampilan sangat jelek tapi mirip dirinya) untuk berpura-pura menjadi dirinya saat dia pergi dengan Harry dan Hermione dalam misi mencari Hocrux. Itu dilakukannya agar keluarganya tidak terancam karena mengetahui bahwa Harry, Hermione dan Ron tidak kembali ke Hogwards bersamaan. Jadi Ron takut para Death Eaters akan mencari informasi ke keluarganya. Sedangkan Hermione terlebih dulu mengubah memori orang tuanya sehingga mereka lupa kalau punya anak dan memutuskan untuk pindah ke Australia agar jauh dari ancaman Voldemort dan Death Eaters. Di film tidak ada hantu kubur Ron dan hanya ada scene Hermione menyihir orang tuanya dengan Obliviate, tapi tidak dijelaskan alasannya. 
  • Di film, Harry dkk sama sekali tidak tahu cara menghancurkan Horcrux. Sedangkan di novel, Hermione tahu sedikit mengenai Horcrux karena pernah membaca buku tentang Horcrux yang ada di ruangan Dumbledore. Salah satu cara menghancurkannya adalah menggunakan taring Basilisk, atau dengan kekuatan yang sangat destruktif.
  • Di novel, Harry minum Polyjuice Potion pada saat pernikahan Bill dan Fleur demi keamanannya dan keamanan keluarga Wesley agar tidak diincar. Di film, Harry hadir tanpa menyamar.
  • Harry membaca surat dari ibunya di kamar Sirius yang isinya adalah ucapan terima kasih kepada Sirius atas hadiah ulang tahun untuk Harry berupa sapu mainan. Harry terharu dan menyimpan surat itu ke manapun dia pergi
  • Keadaan Kementrian setelah dikuasai Voldemort benar-benar mencekam. Di mana-mana dipenuhi Death Eaters yang berpatroli, dan banyak peraturan di kementrian yang berubah secara mendadak yang mempersulit penyihir yang separuh Muggle. Mereka dituntut registrasi ulang dengan menyertakan bukti bahwa mereka adalah keturunan penyihir. Sementara itu, Severus Snape diangkat menjadi kepala sekolah Hogwards dan Alecto Carrow dan Amycus Carrow yang merupakan Death Eaters diangkat menjadi guru Telaah Muggle dan Guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam.
  • Harry melihat adanya upaya oleh Voldemort mencari Gregorovitch (pembuat tongkat sihir hebat yang rumornya lebih hebat daripada Ollivander, pembuat tongkat sihir untuk anak-anak Hogwards) melalui pandangan yang biasanya didapatkannya akibat tidak menguasai Occlumency 
  • Harry Potter menghadiahi Kreacher liontin Hocrux palsu dan mengucapkan kata-kata yang membuat hati Kreacher tersentuh. Setelah itu sikap Kreacher kepada Harry dkk menjadi berubah ramah dan baik. Di film ini sama sekali tidak terlihat
  • Di novel, ada scene di mana Remus Lupin berkunjung ke Grimmauld dan berbincang-bincang dengan Harry dkk. Harry menolak saat Remus Lupin menawarkan bantuan untuk menemani mereka dalam misi pencarian Horcrux.
  • Di novel, setelah Harry Potter dkk ketahuan saat mengambil liontin dari tangan Umbridge, mereka membawa serombongan penyihir keturunan Muggle yang akan disidang untuk kabur dari kementrian. Setelah sampai di toilet pintu keluar Kementerian, Harry dkk ber-Apparate ke Grimmauld Place baru kemudian berapperate ke hutan tempat dilangsungkannya Quiddich World Cup.
  • Di novel, Harry dkk berpindah-pindah tempat dari satu tempat terpencil ke tempat terpencil lain selama berbulan-bulan mencari Horcrux yang lain dan cara menghancurkannya. Saya pribadi tidak menyadari ini saat dulu menonton filmnya, karena tidak ada narasi yang menjelaskannya
  • Anak-anak Hogwards yang suka melawan dan memperlihatkan tanda-tanda masih mendukung Dumbledore disiksa. Neville menjadi semacam ketua dari kelompok murid yang masih setia pada Dumbledore. Dan Carrow bersaudara bahkan mengancam Neville akan mencelakai neneknya. Neville bersama beberapa murid memutuskan seolah-olah tidak kembali ke Hogwards padahal tetap di Hogwards dan tinggal di Ruang Kebutuhan 
  • Sebelum pengusiran Snape, Harry berkunjung ke Ruang Rekrekasi Ravenclaw dan di situ dia bertemu dengan terpergok oleh Alecto Carrow. Saat Amycus akan meludahi Prof McGonagall, Harry muncul dari Jubah Ajaib dan melumpuhkannya. Setelah itu, saat mereka keluar ruangan, Prof Snape memergokinya. Tapi kemudian McGonagall, Flitwick, dan Sprout bersama-sama menyerang Snape sampai kabur. Di film, pengusiran Snape dilakukan saat murid-murid berkumpul di semacam aula.
  • Sampai akhir, Harry tetap mengrahasiakan Horcrux. Selain Ron dan Hermione tidak ada yang tahu mengenai Horcrux. Sedangkan di film, beberapa orang selain mereka bertiga tahu mengenai Horcrux
  • Saat berada di Hogwards. Harry Potter memberikan pesan kepada Neville supaya membunuh Nagini. Di film ini gak ada
  • Setelah Harry terkena serangan Voldemort di hutan, Harry memasuki sebuah alam yang mirip seperti St. Cross Station. Di situ, Dumbledore menceritakan masa lalunya kepada Harry Potter, di film gak ada adegan ini sama sekali.
  • Adegan Neville Longbottom membunuh Nagini (ular Voldemort) di novel sangatlah berbeda dengan versi film. Di Novel, Longbottom bisa membunuh Nagini saat Voldermort baru sampai di Hogwarts setelah membunuh Harry Potter. Dia dihukum oleh Voldemort dengan menaruh topi penyortiran (sorting hat) yang telah dibakar pada kepalanya. Di waktu bersamaan semua perhatian orang teralihkan gara-gara bermunculan para Centaur, Thestral dan Buckbeak si Hippogriff yang muncul menyerang pasukan Death Eaters. Pada saat semua perhatian tidak tertuju padanya, Neville mengeluarkan pedang Gryffindor dari sorting hat dan menebas Nagini.
  • Di film Harry Potter memutuskan untuk mematahkan Tongkat Elder Wand, sedangkan di novel, Harry menggunakan Elder Wand hanya untuk memperbaiki tongkat phoenixnya yang patah dengan spell Reparo. Tongkat Elder Wand dikembalikan ke tempat asalnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Buddha Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan terjemahan bahasa Indonesia dari kitab suci  彌勒救苦真經  Mi Le Jiu Ku Zhen Jing, salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya dan tentunya dibantu dengan referensi beberapa hasil terjemahan dari beberapa kalangan Yiguandao. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diyakini oleh kalangan Yiguandao. 

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung mengyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan b...

Terjemahan dan Penjelasan Daodejing 道德經 (Bab 1) Tao dan Nama

Sudah cukup lama, saya tertarik belajar mengenai Tao Te Cing dan baru tahun ini saya mulai serius mempelajarinya. Sebenarnya saya pernah mendengar beberapa kali penjelasan tentang Dao De Jing ini di vihara Yiguandao tempat saya sembayang dulu, tapi saya tidak pernah benar-benar mengerti penjelasannya karena sepertinya apapun bunyi baitnya, penjelasannya selalu diarahkan dengan narasi dan doktrin versi mereka sendiri. Karena itu saya memutuskan untuk belajar sendiri mengenai Tao Te Cing ini langsung dari teks aslinya. Karena saya sudah menguasai sedikit bahasa mandarin, saya mengartikan tiap kata-katanya langsung dari bahasa mandarinnya dibantu dengan kamus untuk memahami lebih dalam per katanya. Untuk membantu pemahaman, saya membaca beberapa buku penjelasan mengenai Tao Te Cing yang bagus salah satunya adalah buku Dao De Jing Kitab Suci Agama Tao tulisan Dr. I. D. Like Msc dan Dao De Jing The Wisdom of Laozi tulisan Andi Wang . Ada juga beberapa buku terjemahan Dao De Jing berbahasa I...