Market sifatnya sangatlah dinamis dan terus berubah. Maka dari itu menemukan trading sistem yang baik dan terbukti bekerja adalah salah satu hal yang penting jika anda ingin menjadi seorang trader yang sukses. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana mengetahui suatu sistem trading itu bagus atau tidak. Ada banyak sekali trader di luar sana yang mengklaim sistem trading mereka-lah yang terbaik. Setelah klaim sana sini, ujung-ujungnya ternyata jualan seminar. Selain itu juga ada beberapa trader yang menjual sistem trading dengan harga fantastis sampai puluhan juta rupiah.
Pertanyaannya, bagaimana kita mengetahui sebuah sistem trading itu bagus atau tidak. Dari pengalaman saya melakukan backtest bertahun-tahun, saya sampai pada suatu kesimpulan. Untuk menguji bagus tidaknya suatu sistem, saya pasti akan mempertanyakan hal-hal berikut ini.
Yang pertama saya akan selalu mengecek seberapa jelas aturan (trading rule) dari sistem tersebut. Aturan-aturan yang harus tercakup antara lain adalah :
– Kapan harus masuk
– Kapan harus keluar (bisa take profit, bisa stop loss)
– Seberapa besar posisi yang disarankan
Aturan-aturan di atas haruslah jelas dan mudah untuk diikuti. Semakin hitam putih aturan yang ditentukan, maka akan semakin bagus konsistensi suatu sistem. Aturan yang jelas akan mengurangi dampak pengaruh dari psikologi pada saat trading. Sebagian besar forex trader gagal karena faktor psikologi. Hindari sistem yang masih melibatkan pandangan subyektif trader untuk masuk posisi.
Setelah kita menemukan aturan-aturan yang jelas mengenai sebuah sistem trading, maka barulah anda dapat mengukur seberapa bagus sistem trading tersebut saat diimplementasikan ke market. Menurut saya, sistem trading yang bagus merupakan keseimbangan dari 3 hal, yaitu :
1. Win Rates
Win Rates berarti seberapa banyak secara persentase bila winning trade dibandingkan dengan total trade. Sebagai contoh, bila anda trading sebanyak 10 kali, dan anda menang sebanyak 6 kali, maka Win Rates anda adalah sebesar 60 %. Ada sistem yang mempunyai Win Rates mencapai 90 % ada juga yang mempunyai Win Rates hanya 50 %. Apakah Win Rates lebih tinggi selalu berarti sistem tersebut lebih baik? Tidak selalu, anda harus mempertimbangkan faktor berikutnya.
2. Return to Risk Ratio
Salah satu faktor penting lainnya adalah rasio keuntungan dibandingkan dengan resiko yang anda dapatkan. Return to Risk Ratio adalah perbandingan antara rata-rata target profit yang anda pasang dibandingkan dengan rata-rata stop loss yang anda pasang pada setiap trade. Banyak sekali forex trader yang mengabaikan faktor ini dan hanya melihat pada win rates semata. Hubungan antara Win Rate dan Return to Risk Ratio sangatlah berkaitan erat dan tidak bisa dipisahkan. Percuma kita memiliki sistem yang punya Win Rate 90% tapi Return to Risk Rationya misalnya 10:1 (alias jumlah uang yang hilang waktu loss besarnya 10x daripada jumlah uang waktu untung). Mengenai hubungan antara Win Rate dan Return to Risk Ratio bisa cek postingan saya yang ini.
3. Frekuensi Trading
Salah satu faktor penting lainnya adalah frekuensi trading. Ada sistem yang menghasilkan sebanyak 10 sinyal dalam 1 hari, tapi ada sistem yang hanya menghasilkan 1 sinyal 1 minggu. Sebuah sistem yang punya win rates dan retun to risk ratio yang lebih baik dengan frekuensi trading yang jarang terkadang tidak lebih baik dari sistem yang punya win rates dan return to risk ratio lebih rendah tapi punya frekuensi trading lebih sering.
Sebuah sistem trading yang baik adalah perpaduan dan keseimbangan di antara 3 faktor di atas. Win rates yang tinggi tidak menjamin sistem tersebut menguntungkan secara jangka panjang. Ada sistem trading yang punya win rates mencapai 70 % tapi tetap membuat anda rugi di akhir bulan. Sebaliknya, ada yang win rates-nya hanya 40 % tapi menghasilkan keuntungan yang cukup besar setiap bulannya. Maka dari itu kita harus selalu mempertimbangkan 2 hal ini dalam mengukur sebuah sistem trading forex. Berdasarkan pengalaman, sistem trading yang baik paling tidak mempunyai return to risk ratio sebesar 1:1.
Sebuah sistem dengan return to risk ratio sebesar 1:1 paling tidak harus mempunyai win rates lebih besar dari 50 % untuk menghasilkan keuntungan secara konsisten dalam jangka panjang. Sementara risk ratio yang lebih tinggi misal sebesar 2:1 hanya membutuhkan win rates sebesar 40 % untuk menghasilkan keuntungan secara konsisten secara jangka panjang.
Komentar