Setelah melakukan terapi pengobatan batu empedu dari Pak Sisil tiga minggu yang lalu, saya menyempatkan diri untuk melakukan USG ulang untuk memastikan apakah kantung empedu saya sudah bersih dari batu. Setelah USG, seperti yang sudah saya duga sebelumnya ternyata batunya belum sepenuhnya bersih. Masih ada sisa-sisa batu walaupun kecil ukurannya (sekitar 6.8 mm). Berikut adalah hasil USG di Lab Bromo Malang setelah menjalani terapi yang pertama.
Untuk itu saya pun harus mengulangi terapi ini sekali lagi. Dan saya memulai terapi lagi menggunakan obat pak Sisil sejak minggu lalu. Kondisi saya pada terapi kedua ini sangat berbeda dengan pada saat terapi pertama. Badan saya saat terapi kedua ini jauh lebih sehat dan tidak pernah mengalami keluhan sakit apapun. Menurut pak Sisil, ini terjadi karena saya bisa disiplin dalam menjaga pantangan dan mau berolahraga. Karena kebanyakan pasiennya itu masih mengalami banyak keluhan saat terapi kedua. Saya sendiri mulai menjaga pantangan makanan seperti yang diintruksikan pak Sisil sejak 1 bulan lalu. Selain itu saya juga mulai rutin berolah-raga dengan cara jalan pagi setiap harinya selama 1 - 1.5 jam. Hasilnya pun ternyata lumayan bagus. Badan saya menjadi jauh lebih fit. Mata saya pun tidak kuning seperti terapi pertama. Hari ini adalah hari ke-7 dari terapi dan merupakan saat pengeluaran batu. Dan hasilnya batu sebanyak 6 biji (yang 1 terpecah menjadi 3) keluar saat buang air besar.
Badan saya pada hari pembuangan ini tidak lemas seperti pada terapi pertama. Mungkin beberapa hari ke depan saya akan langsung tes USG lagi untuk memastikan kantung empedu saya sudah bersih dari batu. Setelah terapi kedua ini, saya mulai meminum bubuk yang diberikan pak Sisil. Kalau dicium, baunya jelas sekali mengandung temulawak. Menurut pak Sisil, bubuk pemulihan tersebut berfungsi untuk membersihkan lemak dalam hati dan membantu pemulihan kantung empedu yang bengkak akibat batu empedu.
Komentar