Langsung ke konten utama

Pengalaman Saya Sembuh dari Batu Empedu tanpa Operasi (Part 2)

Setelah melakukan terapi pengobatan batu empedu dari Pak Sisil tiga minggu yang lalu, saya menyempatkan diri untuk melakukan USG ulang untuk memastikan apakah kantung empedu saya sudah bersih dari batu. Setelah USG, seperti yang sudah saya duga sebelumnya ternyata batunya belum sepenuhnya bersih. Masih ada sisa-sisa batu walaupun kecil ukurannya (sekitar 6.8 mm). Berikut adalah hasil USG di Lab Bromo Malang setelah menjalani terapi yang pertama.


Untuk itu saya pun harus mengulangi terapi ini sekali lagi. Dan saya memulai terapi lagi menggunakan obat pak Sisil sejak minggu lalu. Kondisi saya pada terapi kedua ini sangat berbeda dengan pada saat terapi pertama. Badan saya saat terapi kedua ini jauh lebih sehat dan tidak pernah mengalami keluhan sakit apapun. Menurut pak Sisil, ini terjadi karena saya bisa disiplin dalam menjaga pantangan dan mau berolahraga. Karena kebanyakan pasiennya itu masih mengalami banyak keluhan saat terapi kedua. Saya sendiri mulai menjaga pantangan makanan seperti yang diintruksikan pak Sisil sejak 1 bulan lalu. Selain itu saya juga mulai rutin berolah-raga dengan cara jalan pagi setiap harinya selama 1 - 1.5 jam. Hasilnya pun ternyata lumayan bagus. Badan saya menjadi jauh lebih fit. Mata saya pun tidak kuning seperti terapi pertama. Hari ini adalah hari ke-7 dari terapi dan merupakan saat pengeluaran batu. Dan hasilnya batu sebanyak 6 biji (yang 1 terpecah menjadi 3) keluar saat buang air besar.

Badan saya pada hari pembuangan ini tidak lemas seperti pada terapi pertama. Mungkin beberapa hari ke depan saya akan langsung tes USG lagi untuk memastikan kantung empedu saya sudah bersih dari batu. Setelah terapi kedua ini, saya mulai meminum bubuk yang diberikan pak Sisil. Kalau dicium, baunya jelas sekali mengandung temulawak. Menurut pak Sisil, bubuk pemulihan tersebut berfungsi untuk membersihkan lemak dalam hati dan membantu pemulihan kantung empedu yang bengkak akibat batu empedu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Buddha Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan terjemahan bahasa Indonesia dari kitab suci  彌勒救苦真經  Mi Le Jiu Ku Zhen Jing, salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya dan tentunya dibantu dengan referensi beberapa hasil terjemahan dari beberapa kalangan Yiguandao. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diyakini oleh kalangan Yiguandao. 

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung mengyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan b...

Terjemahan dan Penjelasan Daodejing 道德經 (Bab 1) Tao dan Nama

Sudah cukup lama, saya tertarik belajar mengenai Tao Te Cing dan baru tahun ini saya mulai serius mempelajarinya. Sebenarnya saya pernah mendengar beberapa kali penjelasan tentang Dao De Jing ini di vihara Yiguandao tempat saya sembayang dulu, tapi saya tidak pernah benar-benar mengerti penjelasannya karena sepertinya apapun bunyi baitnya, penjelasannya selalu diarahkan dengan narasi dan doktrin versi mereka sendiri. Karena itu saya memutuskan untuk belajar sendiri mengenai Tao Te Cing ini langsung dari teks aslinya. Karena saya sudah menguasai sedikit bahasa mandarin, saya mengartikan tiap kata-katanya langsung dari bahasa mandarinnya dibantu dengan kamus untuk memahami lebih dalam per katanya. Untuk membantu pemahaman, saya membaca beberapa buku penjelasan mengenai Tao Te Cing yang bagus salah satunya adalah buku Dao De Jing Kitab Suci Agama Tao tulisan Dr. I. D. Like Msc dan Dao De Jing The Wisdom of Laozi tulisan Andi Wang . Ada juga beberapa buku terjemahan Dao De Jing berbahasa I...