Minggu lalu, saya baru saja menonton sebuah film berjudul Pocket Hercules: Naim Süleymanoglu. Film yang rilis di tahun 2019 ini berkisah mengenai seorang atlit angkat besi bernama Naim Süleymanoğlu. Sebelum nonton film ini, saya sama sekali tidak tahu bahwa ada seorang atlit angkat besi yang begitu hebatnya di masa lalu. Naim Süleymanoğlu ini secara luas diakui sebagai atlit angkat besi terbaik sepanjang sejarah. Naim adalah seorang warga Bulgaria keturunan Turki. Ia memperlihatkan bakatnya sejak ia kecil. Sejak mulai menekuni olahraga angkat besi, ia langsung memecahkan rekor-rekor dunia sejak usia belasan. Di tahun 1980, pemerintah Bulgaria menerapkan sebuah kebijakan yang dinamakan Revival Process yang memaksa seluruh warga keturunan minoritas untuk meninggalkan segala hal yang berbau asal mereka, salah satunya adalah nama mereka. Praktek ini persis dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, khususnya Orde Baru saat melarang seluruh hal-hal berbau Tionghua pada warga keturunan Tionghua di Indonesia. Akibat Revival Process itu, Naim pun terpaksa mengganti namanya menjadi Naum Shalamanov di tahun 1985. Akibat perlakuan inilah, Naim memutuskan untuk meninggalkan kewarganegaraannya pada saat Final Piala Dunia Angkat Besi di Melbourne pada tahun 1986. Dia berhasil kabur dari para pengawal yang menjaganya. Setelah beberapa hari bersembunyi, dia membelot ke Kedutaan Besar Turki di Canberra. Ketika pejabat Kedutaan melaporkan situasi ini kepada Turgut Özal, Perdana Menteri Turki saat itu memerintahkan untuk mengawal dan menjaga Naim agar bisa sampai ke Turki dengan selamat. Dia mendarat di London terlebih dahulu, di mana dia dipindahkan ke sebuah jet pribadi untuk terbang ke Istanbul dan Ankara. Setelah sampai di Istanbul, ia mengubah namanya kembali menjadi Süleymanoğlu.
Pada tahun 2012, Süleymanoğlu berkata:
“Dengan segala rintangan yang ada, saya tidak pernah bernostalgia. Setelah diperlakukan dengan sikap seperti itu, Anda tidak akan menyesalinya. Orang-orang Bulgaria mengubah nama 2 juta orang secara paksa. Itu adalah periode yang sangat sulit. Orang-orang yang menyaksikan peristiwa itu pasti tahu. Saya tidak akan mengubah keputusan apa pun yang saya ambil pada hari itu dalam hidup saya. Bahkan jika saya dapat memutar kembali waktu, saya akan tetap melarikan diri dari Bulgaria. Karena sebagai orang Turki, kami terlalu tertekan di Bulgaria."
Prestasi Fenomenal di Olimpiade
Setelah menjadi warga negara Turki, Süleymanoğlu sangat ingin membuat prestasi yang besar agar dia menjadi pusat perhatian sehingga dunia tahu apa yang sedang terjadi di Bulgaria.
Agar Süleymanoğlu dapat berkompetisi di Olimpiade Seoul 1988, pemerintah Bulgaria harus setuju untuk melepaskan haknya ke Turki. Turki membayar Bulgaria sebesar 1,25 juta dolar AS untuk pembebasannya.
![]() |
Naim Süleymanoğlu pada saat kejuaraan dunia |
Di Olimpiade, Süleymanoğlu bertanding di divisi featherweight. Pesaing utamanya adalah rekan setimnya di tim Bulgaria, Stefan Topurov. Dia keluar untuk bagian snatch dari kompetisi setelah semua atlet lain selesai dan melakukan tiga kali pengangkatan berturut-turut, mencetak rekor dunia, mencetak rekor dunia dalam dua kali percobaan terakhirnya. Pada bagian clean and jerk, Topurov menyelesaikan angkatan clean and jerk seberat 175,0 kg setelah Süleymanoğlu. Dengan dua angkatan berikutnya, Süleymanoğlu mencetak dua rekor dunia lagi dan memenangkan emas Olimpiade pertamanya. Angkatan terakhirnya adalah 190,0 kg clean and jerk yang merupakan 3,15 kali lipat dari berat badannya, yang merupakan rasio clean and jerk tertinggi sepanjang masa. Dengan menggunakan koefisien Sinclair, penampilannya di Olimpiade Seoul 1988 merupakan penampilan angkat besi yang paling mendominasi sepanjang masa. Total angkatannya cukup tinggi bahkan untuk memenangkan kelas di atasnya. Berkat prestasinya yang sangat fenomenal di Olimpiade Musim Panas 1988, Süleymanoğlu dipasang sebagai sampul majalah Time. Süleymanoğlu yang memiliki tinggi badan 4'10” dengan ‘ukuran yang kecil dan kekuatan yang menakjubkan’membuatnya dijuluki sebagai ‘Pocket Hercules’
Film ini menghadirkan sebuah kisah biografi dari seorang yang sangat luar biasa. Naim adalah sosok pahlawan dari sebagian besar masyarakat Turki dan menjadi orang yang sangat dicintai di sana. Ceritanya sangat menarik dan apa yang dialaminya tentu saya pribadi sangat relate karena saya sendiri juga termasuk dalam golongan kaum minoritas yang sering diperlakukan secara tidak adil pada masa Orde Baru dulu. Pada akhirnya, film ini benar-benar wajib tonton terutama buat anda-anda yang suka dengan film-film olahraga atau film-film biografi tentang tokoh yang luar biasa.
Komentar