Langsung ke konten utama

Amor Fati - Cintailah Takdirmu : Pelajaran dari Film A Good Person

Amor Fati. Saya berkenalan dengan 2 kata ini melalui film A Good Person (2023) yang dibintangi Florence Pugh dan Morgan Freeman. Amor Fati sendiri adalah bahasa latin yang kalau diterjemahkan artinya adalah "Cintailah takdirmu".

Frasa ini punya arti yang sangat mendalam dan mungkin merupakan salah satu konsep berpikir paling penting bagi sebagian orang agar bisa bahagia dalam hidup. Karena punya makna yang cukup bagus, maka saya tertarik untuk membahasnya lebih dalam di sini. Florence Pugh di film ini menurutku benar-benar berakting dengan bagus. Karakter yang diperankannya sukses membuat saya berempati padanya saat menonton.



Film ini dibuka dengan kata-kata penuh makna yang nantinya bakal kamu pahami maknanya di akhir film. Kata-kata pembuka ini disampaikan oleh karakter Daniel yang diperankan Morgan Freeman. Bunyinya adalah sebagai berikut :

"Down here in 1:87 scale, the lovers always kiss, the neighbours are always kind, and the trains always take you to the far off places you always swore you go. In life of course, nothing is nearly as neat and tidy."



Bagi para pembaca yang belum nonton film ini, tulisan berikutnya mungkin akan mengandung spoiler. Jadi bagi yang ingin nonton filmnya terlebih dahulu, saya sarankan stop membaca tulisan saya berikutnya dan tonton filmnya dulu. Film A Good Person sendiri berkisah mengenai seorang cewek bernama Allison yang suatu hari mengalami kecelakaan hebat saat menyetir bersama 2 orang saudara dari tunangannya. Kedua orang tersebut tidak selamat, dan ini memberikan pukulan yang cukup hebat kepada Allison secara mental. Film berlanjut dan bercerita 1 tahun setelah kejadian tersebut tersebut. Hidup Allison berantakan. Dia menjadi seorang pecandu obat-obatan dikarenakan stress akibat kejadian 1 tahun yang lalu tersebut. Dia tidak jadi menikah dengan tunangannya dan malah putus hubungan. Selanjutnya film lebih banyak mengisahkan bagaimana beratnya kehidupan seorang Allison melewati hari demi hari dalam kehidupannya. 

Suatu hari saat Allison berbincang-bincang dengan Daniel yang merupakan ayah dari tunangan Allison & saudarannya yang meninggal akibat kecelakaan, Daniel menunjukkan sebuah tato di tangannya yang bertuliskan Amor Fati. Allison menanyakan artinya, tapi Daniel tidak mau memberitahunya karena Daniel merasa Allison belum siap dan tidak akan bisa memahaminya. 


Allison tetap kesulitan menjalani hidupnya sampai suatu hari dia benar-benar sudah muak dengan segala hal yang terjadi padanya saat tindakannya menyebabkan cucu dari Daniel hampir diperkosa oleh seorang pria dalam sebuah pesta. Gara-gara kejadian itulah Daniel mengucapkan kata-kata yang sangat menyakitkan pada Allison sehingga benar-benar menyadarkannya. 

Kata-kata Amor Fati ini baru dijelaskan di akhir film, ketika Daniel meninggal. Dia meninggalkan surat buat Allison. Allison saat itu sudah mulai bisa menerima keadaan dan belajar mencintai kehidupannya yang penuh dengan cobaan tersebut. 

Amor Fati is Latin. It means "to love one's fate". Neither of us chose this fate, Allie. But perhaps we can find a way to love it.

Kata-kata ini sangat menyentuh dan mendalam. Ya terkadang dalam hidup, yang pertama harus kita lakukan adalah menerima keadaan terlebih dahulu. Kalau kita tidak bisa menerima keadaan, maka hidup kita bukannya akan lebih baik tapi akan semakin menderita. Di dalam agama saya, dikenal adanya hukum sebab akibat (hukum karma). Semua manusia yang lahir ke dunia ini semuanya membawa karma dari kehidupan sebelumnya. Oleh karena itulah terkadang kita lahir ke dunia punya kondisi yang berbeda satu sama lain. Ada yang dilahirkan di keluarga kaya raya dan harmonis, tapi ada juga yang dilahirkan di kondisi yang memprihatinkan. Contoh misal kita hidup di dalam keluarga yang serba kekurangan, atau kita punya orang tua yang sangat cerewet, atau orang tua yang hobi judi misalnya. Ingin lepas dari keadaan seperti itu memanglah sangat manusiawi. Tapi seringkali yang terjadi, bila kita terus-terusan mengeluh kita jadi menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang tua atau menyalahkan orang lain. Hal ini seringkali justru membuat hidup kita menjadi lebih buruk. Jadi alangkah baiknya kita bisa berdamai dengan keadaan tersebut. Karena bila kita menolak keadaan yang digariskan untuk kita, maka itu hanya akan menambahkan kepedihan dan hancurnya mental kita secara jangka panjang. Yang harus dilakukan adalah cobalah berdamai dengan keadaan tersebut terlebih dahulu. Karena keadaan itu adalah faktor eksternal yang sangat tidak mudah untuk kita rubah. Mengharapkan faktor eksternal yang tidak bisa dikontrol berubah biasanya hanya akan menyebabkan kita stress sehingga hidup kita menjadi lebih menderita. Lebih baik fokus pada sesuatu yang bisa kita rubah yaitu fokus pada bagaimana meningkatkan diri kita sendiri dan fokus bagaimana cara kita bereaksi agar kita bisa lebih menerima keadaan yang ada tersebut tanpa disertai sakit hati yang terlalu parah. 

Amor Fati dalam Stoikisme


Frasa Amor Fati ini sendiri juga istilah yang tidaklah asing bagi yang belajar tentang Stoikisme. Ini tertuang dalam salah satu bab "Why I Am So Clever" di dalam buku Ecce Homo, di mana ada tulisan seperti berikut :

My formula for greatness in a human being is amor fati: that one wants nothing to be different, not forward, not backward, not in all eternity. Not merely bear what is necessary, still less conceal it—all idealism is mendacity in the face of what is necessary—but love it.

Kata Amor Fati ini juga digunakan di tulisan Nietzsche yang lain yaitu di bagian 276 The Gay Science yang merupakan gambaran secara umum bagaimana pandangannya tentang kehidupan :

I want to learn more and more to see as beautiful what is necessary in things; then I shall be one of those who makes things beautiful. Amor fati: let that be my love henceforth! I do not want to wage war against what is ugly. I do not want to accuse; I do not even want to accuse those who accuse. Looking away shall be my only negation. And all in all and on the whole: some day I wish to be only a Yes-sayer.

Sebagai orang yang juga tertarik pada Stoikisme, menonton film A Good Person ini membuat saya memahami lebih dalam tentang kehidupan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Buddha Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan terjemahan bahasa Indonesia dari kitab suci  彌勒救苦真經  Mi Le Jiu Ku Zhen Jing, salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya dan tentunya dibantu dengan referensi beberapa hasil terjemahan dari beberapa kalangan Yiguandao. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diyakini oleh kalangan Yiguandao. 

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung mengyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan b...

Terjemahan dan Penjelasan Daodejing 道德經 (Bab 1) Tao dan Nama

Sudah cukup lama, saya tertarik belajar mengenai Tao Te Cing dan baru tahun ini saya mulai serius mempelajarinya. Sebenarnya saya pernah mendengar beberapa kali penjelasan tentang Dao De Jing ini di vihara Yiguandao tempat saya sembayang dulu, tapi saya tidak pernah benar-benar mengerti penjelasannya karena sepertinya apapun bunyi baitnya, penjelasannya selalu diarahkan dengan narasi dan doktrin versi mereka sendiri. Karena itu saya memutuskan untuk belajar sendiri mengenai Tao Te Cing ini langsung dari teks aslinya. Karena saya sudah menguasai sedikit bahasa mandarin, saya mengartikan tiap kata-katanya langsung dari bahasa mandarinnya dibantu dengan kamus untuk memahami lebih dalam per katanya. Untuk membantu pemahaman, saya membaca beberapa buku penjelasan mengenai Tao Te Cing yang bagus salah satunya adalah buku Dao De Jing Kitab Suci Agama Tao tulisan Dr. I. D. Like Msc dan Dao De Jing The Wisdom of Laozi tulisan Andi Wang . Ada juga beberapa buku terjemahan Dao De Jing berbahasa I...