Satu lagi skema ponzi MLM berkedok robot forex yang terbukti scam. Berita terbaru yang saya dengar adalah Mark AI dinyatakan scam per hari ini. Sempat membekukan proses deposit dan withdraw 3 hari yang lalu, mereka menjanjikan akan beroperasi secara normal hari ini Senin tanggal 18 Oktober. Kenyataannya tidak ada kejelasan dana dari para membernya akan dikembalikan atau tidak. Dan kantor dari Mark AI sendiri sudah kosong saat ini. Banyak member-member robot forex MLM selalu menggunakan pernyataan adanya kantor fisik dan dibangunnya tower adalah bukti bahwa mereka tidak akan scam. Kenyataannya itu semua sama sekali tidak menjamin. Buktinya Mark AI ini. Kantornya bagus tapi ujung2nya scam juga.
Dan Mark AI pun juga selalu menunjukkan legalitas perusahaan yaitu surat SIUP, dll untuk meyakinkan calon para membernya untuk bergabung. Pada kenyataannya ijin2 tersebut hanya ijin pendirian perusahaan, dan ijinnya adalah perdagangan bukan investasi. Sementara untuk menjadi perusahaan yang mengumpulkan dana nasabah untuk investasi, mereka baru dikatakan legal bila sudah mengantongi ijin dari Bappepti. Sementara itu Bappepti sendiri memblokir perusahaan2 seperti ini. Jadi surat2 ijin usaha ini sebenarnya tidak berarti apa2 kalau Bappepti nya saja memblokir.
Sejujurnya saya sendiri juga ditawarin teman saya untuk bergabung dengan Mark AI ini. Dia sendiri bilang profitnya lebih besar daripada robot-robot MLM forex lainnya. Dalam pikiran saya langsung terpikir “Profit lebih besar, umur berarti bakal lebih pendek”. Jadi waktu itu, saya cuma mengiya-iyakan aja segala promosi yang ditawarkannya, tapi sama sekali tidak tertarik bergabung. Yang saya ingat, dia sempat memamerkan kepada saya bahwa dia sudah balik modal gara2 mengajak 2 orang saja. Semoga saja sih sempat ditarik dananya.
Bagi para korban jatuhnya Sunton Capital dan Mark AI ini, semoga bisa mengambil hikmahnya. Pada intinya di dunia investasi selalu berlaku “High Risk = High Return”. Bermunculannya program investasi High Return tapi Low Risk yang begitu marak belakangan ini tentu tidak memenuhi prinsip dasar ini. Herannya, banyak sekali orang percaya hanya gara-gara SIUP perusahaan, adanya kantor fisik, penjelasan leader dan bukti pembayaran yang diterima member-membernya selama ini. Akal sehat memang sangat diperlukan di sini, walaupun memang menyangkut urusan uang, kadang orang tidak bisa berpikir secara rasional.
Komentar