Langsung ke konten utama

Jalan-Jalan ke Thailand hari ke-4 (Chatucak Market, 3D Art Museum, Asiatique)

Daftar Tempat Wisata yang dikunjungi di hari keempat :

  • Chatucak Market
  • 3D Art Museum
  • Asiatique

Hari ini, kami keluar dari hotel sekitar jam 09:30 pagi dan mampir sebentar untuk membeli sebuah cake berisi cream dalam perjalanan menuju ke MRT. Saya kurang tahu cake ini namanya apa, tapi rasanya cukup enak juga. Tidak lama kemudian, kami pun langsung menuju ke stasiun Schumvit. Dan rencana kami hari ini adalah pergi ke surga belanja di Bangkok yaitu Chatucak Market.  Kalau di hari sebelumnya kami sudah menghabiskan waktu berbelanja di Siam, maka tidak lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Chatucak Market sebagai destinasi belanja berikutnya selama di Bangkok. Siam dengan Chatucak ini sedikit berbeda. Kalau di Siam, kita akan menemukan banyak sekali shopping mall besar berjajar-jajar sepanjang jalan, sedangkan Chatucak ini lebih mirip pasar. Di sini kita berbelanja di tempat terbuka. Bagi sebagian orang yang kurang tahan hawa panas (suhu di Bangkok ini mirip seperti di Surabaya / Jakarta), mungkin Chatucak Market ini bukanlah tempat shopping favorit mereka. Terbukti adik saya dan adik ipar saya yang dulu pernah ke sini bilang bahwa mereka tidak terlalu menyukai belanja di sini karena hawanya yang panas. Kalau bagi saya pribadi sih, tempat ini tidak terlalu panas juga sih. Masih cukup oke, karena banyak juga tenda-tenda sehingga kita tidak terkena matahari secara langsung.


Jam 09:30 kami keluar dari hotel dan mampir membeli semacam cake yang berisi cream dalam perjalanan ke MRT. Selanjutnya kami menuju stasiun Schumvit dan turun di Kamphaeng Poet. Sebelum ke Chatucak Market kami makan dulu di Chamlom’s Asoke Restaurant. Kalau dari MRT Stasiun ambil Exit 1 belok kiri. Susuri jalan dan ada D D Mall, masuk saja ke dalam mall kemudian ikuti jalan sampai keluar mall terus belok kanan di jalan keluar mobil dan kemudian belok kiri. Telusuri jalan saja sampai menemukan semacam gedung yang ada spanduknya. Depot ini memang agak tersembunyi. Tapi ternyata depotnya ramai sekali.

Lokasi depot ada di balik tembok yang ada spanduk





Ada satu menu yang enak yang menjadi favorit semuanya yang makan di sini yaitu sate vegetarian. Kami semua membeli cukup banyak bahkan sampe bungkus untuk makan di hotel nanti.


Chatucak Market

Cara menuju ke Chatucak Market : Naik MRT dan turun di Kamphaen Poet.

Setelah makan, kita langsung menuju ke Chatucak Weekend Market. Seperti halnya di daerah Siam,  Chatucak ini adalah salah satu surga belanja yang wajib dikunjungi di Thailand. Cuma sedikit berbeda dengan daerah Siam rata2 tempatnya adalah di dalam gedung ber AC, Chatucak ini adalah pasar terbuka di mana ada kios-kios. Kabarnya ada lebih dari 10.000 kios di dalamnya.


Barang yang dijual di Chatucak ini memang luar biasa lengkap, ada mulai dari baju, celana, topi, sandal, sepatu, aksesoris, lukisan, bunga, peralatan rumah tangga, bahkan sampai dengan buku juga ada. Selain barang-barang koleksi dan kebutuhan, ada juga banyak makanan snack dan minuman khas Thailand yang bisa dibeli di sini salah satunya Es lilin, Juice, Coconut ice cream, Mango Sticky Rice. Mengelilingi Chatucak sampai habis mungkin gak cukup 1 harian buat yang hobi belanja. Untungnya saya bukan tipe yang doyan belanja. Jadi kita pun gak terlalu lama berbelanja di sini, karena cewek-cewek pun gak terlalu betah berlama-lama di sini karena memang hawanya yang agak panas. Kami pun keluar dari Chatucak sekitar jam 13:30.

Peta dari Chatucak Market









Dari Chatucak, tujuan kami selanjutnya adalah 3D Art Paradise, sebuah museum 3D Painting yang ada di dalam Esplanade Mall di daerah Ratchadaphisek Road.

3D Art Paradise Museum

Cara ke 3D Art Paradise : Naik MRT dan turun di Thailand Cultural Centre. Ambil Exit 3.
Tiket masuk : 500 baht

Museum ini berada di lantai paling atas dalam Esplanade Mall. Tiket masuknya untuk ukuran Thailand sebenarnya tidak bisa dibilang murah. Tapi karena sudah terlanjur sampai sini, kami pun tetap masuk. Mama dan Ji Em, memutuskan untuk menunggu di luar karena pada dasarnya mereka tidak terlalu tertarik. Sebenarnya ini adalah kali ketiga saya masuk ke 3D Art Museum. Yang pertama dulu adalah di Penang Time Tunnel di Penang, Malaysia, yang kedua di DMZ 3D Museum di Denpasar, Bali. Karena sudah 3 kali mengunjungi museum jenis ini, mungkin kesannya tidaklah se-wah saat pertama kali masuk. Kalau diibaratkan mungkin sama seperti saat pertama kali kita keluar negeri dan saat sudah pernah beberapa kali keluar negeri tentu sudah beda rasanya. 







Setelah puas berfoto-foto di dalam 3D Art Museum, kami melanjutkan perjalanan kami ke tempat wisata selanjutnya yaitu Asiatique. Kami menggunakan MRT dari Sala Daeng Station menuju ke Saphan Taksin station, dan kemudian menggunakan perahu untuk menuju ke sana.

Asiatique The Riverfront

Letak Asiatique Bangkok yang berada di tepi Sungai Chao Phraya. Asiatique ini adalah semacam tempat wisata yang berisi berbagai macam pilihan hiburan antara lain adanya para seniman, adanya pertunjukan, adanya wahana permainan untuk anak-anak, dan ada banyak toko-toko serta banyaknya pilihan kuliner bagi yang suka makan. Kalaupun tidak ingin berbelanja, kamu bisa sekadar menikmati pemandangan atau sekedar foto-foto di sana, karena memang pemandangannya cukup bagus. 




















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Buddha Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan terjemahan bahasa Indonesia dari kitab suci  彌勒救苦真經  Mi Le Jiu Ku Zhen Jing, salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya dan tentunya dibantu dengan referensi beberapa hasil terjemahan dari beberapa kalangan Yiguandao. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diyakini oleh kalangan Yiguandao. 

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung mengyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan b...

Terjemahan dan Penjelasan Daodejing 道德經 (Bab 1) Tao dan Nama

Sudah cukup lama, saya tertarik belajar mengenai Tao Te Cing dan baru tahun ini saya mulai serius mempelajarinya. Sebenarnya saya pernah mendengar beberapa kali penjelasan tentang Dao De Jing ini di vihara Yiguandao tempat saya sembayang dulu, tapi saya tidak pernah benar-benar mengerti penjelasannya karena sepertinya apapun bunyi baitnya, penjelasannya selalu diarahkan dengan narasi dan doktrin versi mereka sendiri. Karena itu saya memutuskan untuk belajar sendiri mengenai Tao Te Cing ini langsung dari teks aslinya. Karena saya sudah menguasai sedikit bahasa mandarin, saya mengartikan tiap kata-katanya langsung dari bahasa mandarinnya dibantu dengan kamus untuk memahami lebih dalam per katanya. Untuk membantu pemahaman, saya membaca beberapa buku penjelasan mengenai Tao Te Cing yang bagus salah satunya adalah buku Dao De Jing Kitab Suci Agama Tao tulisan Dr. I. D. Like Msc dan Dao De Jing The Wisdom of Laozi tulisan Andi Wang . Ada juga beberapa buku terjemahan Dao De Jing berbahasa I...