Langsung ke konten utama

Jalan Jalan ke Thailand Hari Pertama (Sampai di Bangkok)

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Hari ini kami sekeluarga 9 orang berangkat untuk melakukan perjalanan wisata ke luar negeri. Kali ini tujuan wisata kami adalah negara tetangga yang sebenarnya sudah lama sekali tidak saya kunjungi yaitu Thailand. Sebenarnya saya pernah berwisata ke Thailand pada tahun 2003 (gak terasa ya, sudah 13 tahun berlalu). Tahun ini saya sungguh beruntung punya kesempatan untuk sekali lagi mengunjungi negara yang memang sangat terkenal dengan pariwisatanya ini. Pada kesempatan kali ini saya berangkat dari Surabaya menuju Bangkok menggunakan Jetstar yang tiketnya sudah dipesan jauh-jauh hari. Karena harus transit di Singapore terlebih dahulu, maka kami baru sampai di Bangkok pada malam hari. Karena ada delay di Juanda, kita baru berangkat dari Bandara Juanda jam 13:30. 


    Seperti biasa, salah satu tantangan bagi saya saat traveling tentu saja adalah masalah makan. Ya… Karena saya adalah seorang vegetarian, maka tentu tidaklah semudah orang lain yang bisa makan di mana saja. Teman-teman traveler yang muslim saja terkadang kesulitan untuk sekedar menemukan makanan halal, apalagi saya yang bervegetarian.
    Karena belum makan, saya akhirnya memesan mie instan gelas Mamee rasa rumput laut seharga SGD 5 di Pesawat untuk mengganjal rasa lapar. Pendaratan di Singapore sedikit tertunda karena saat itu air traffic Singapore melarang pesawat untuk mendarat sementara waktu. Kami akhirnya sampai di Bandara Changi jam 17:15 waktu Singapore (2 jam 15 menit perjalanan).

Sambil menunggu pesawat selanjutnya menuju Bangkok, kami mencoba untuk mencari makan di Changi. Karena waktu transit yang mepet, kami akhirnya mampir di Burger King untuk makan french fries saja. Setelah kami masuk ke Ruang Tunggu, ternyata pesawatnya delay lagi. Waduhhh….. Pada akhirnya pesawat kami baru berangkat menuju Bangkok pukul 19:15 (20:15 waktu Singapore). Hari ini kami cukup kelaparan karena memang praktis tidak ada makanan berat yang kami makan. Di pesawat saya kembali memesan mie instan cup rasa rumput laut sebagai pengganjal rasa lapar. Dan kami baru tiba di bandara Suvarnabhumi pada jam 10:00 malam.


Ada beberapa paket pilihan internet yang ditawarkan. Tapi Kartu perdana ideal yg bisa dibeli saat itu adalah yg paket unlimited selama 7 hari seharga 299 baht.


Karena waktu juga sudah cukup malam, setelah membeli kartu kami pun langsung menuju ke ARL  (Airport Rail Link) (Semacam MRT) untuk segera menuju hotel. Letak stasiun dari ARL ini ada di lantai paling bawah (B1) dari bandara Suvarnabhumi. Ada 2 jenis kereta yang bisa digunakan yaitu :

  1. Express Line
    Sesuai namanya, ini adalah kereta yang paling cepat sampai kalau tujuan anda adalah stasiun paling ujung yaitu Phaya Thai. Harga tiketnya 90 Baht / orang. Atau ada juga pilihan yang Round Trip (Pulang Pergi) yang berlaku 14 hari seharga 150 Baht / orang
  2. City Line
    Jalur yang lebih lambat karena harus berhenti di tiap stasiun. Harga tergantung stasiun tempat anda turun

Saya mengambil City Line karena rencana saya turun di Makassan dan langsung menuju hotel menggunakan MRT. Harga tiket Survanabhumi menggunakan City Line menuju stasiun Makassan adalah sebesar 29 Baht. Saya turun di stasiun Makassan dan berpindah naik MRT di stasiun Petchaburi dan turun di stasiun Sukhumvit.

Kami sampai di hotel jam 11 malam. Dan seperti perjalanan-perjalanan saya sebelumnya, hari pertama ini kami cukup kelaparan karena tidak mengkonsumsi makanan berat sepanjang perjalanan. Best Comfort yang sudah kami pesan terlebih dahulu melalui Agoda jauh-jauh hari. Harga kamar ini lumayan murah (sekitar 800 ribu / malam) dan bisa menampung kami 7 orang dan 2 anak kecil. Tipe kamar dari Best Comfort ini seperti apartemen, di mana ada 2 kamar tidur (1 bed cukup untuk 3 orang), ruang makan, dapur di dalamnya. Kamarnya pun bersih. Hanya saja memang bangunannya seperti bangunan lama. Tapi ini sudah lebih dari cukup buat kami. Kelemahannya mungkin jarak tempuh dari MRT dan BTS yang tidak dekat-dekat amat (sekitar 400-500 meter).









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Buddha Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan terjemahan bahasa Indonesia dari kitab suci  彌勒救苦真經  Mi Le Jiu Ku Zhen Jing, salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya dan tentunya dibantu dengan referensi beberapa hasil terjemahan dari beberapa kalangan Yiguandao. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diyakini oleh kalangan Yiguandao. 

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung mengyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan b...

Terjemahan dan Penjelasan Daodejing 道德經 (Bab 1) Tao dan Nama

Sudah cukup lama, saya tertarik belajar mengenai Tao Te Cing dan baru tahun ini saya mulai serius mempelajarinya. Sebenarnya saya pernah mendengar beberapa kali penjelasan tentang Dao De Jing ini di vihara Yiguandao tempat saya sembayang dulu, tapi saya tidak pernah benar-benar mengerti penjelasannya karena sepertinya apapun bunyi baitnya, penjelasannya selalu diarahkan dengan narasi dan doktrin versi mereka sendiri. Karena itu saya memutuskan untuk belajar sendiri mengenai Tao Te Cing ini langsung dari teks aslinya. Karena saya sudah menguasai sedikit bahasa mandarin, saya mengartikan tiap kata-katanya langsung dari bahasa mandarinnya dibantu dengan kamus untuk memahami lebih dalam per katanya. Untuk membantu pemahaman, saya membaca beberapa buku penjelasan mengenai Tao Te Cing yang bagus salah satunya adalah buku Dao De Jing Kitab Suci Agama Tao tulisan Dr. I. D. Like Msc dan Dao De Jing The Wisdom of Laozi tulisan Andi Wang . Ada juga beberapa buku terjemahan Dao De Jing berbahasa I...