Ketika beberapa negara sedang menyambut Hari Valentine, masyarakat Tiongkok sedang sibuk mempersiapkan hari terpenting dalam setahun, yaitu Tahun Baru Imlek (Chinese New Year). Di China, hari ini juga dikenal sebagai Festival Musim Semi 春节, karena bertepatan dengan dimulainya musim semi. Istilah turunannya adalah 过年, yang artinya adalah “melewati tahun”. Saya sendiri sebagai keturunan Tionghoa, walaupun tinggal di Indonesia, saya juga merayakan perayaan tahun baru Imlek setiap tahunnya. Tahun baru Imlek adalah momen dimana kami biasanya berkumpul bersama keluarga. Di rumah saya, saya juga memiliki tradisi untuk berdoa kepada leluhur dengan mempersembahkan makanan dan buah-buahan di atas meja. Ini adalah bentuk penghormatan kepada leluhur kami. Selain kedua kegiatan tersebut, masih banyak tradisi yang biasa kami lakukan saat Imlek.
Seiring dengan perkembangan jaman, banyak orang yang mulai meninggalkan tradisi ini. Apalagi dengan banyaknya keturunan Tionghua di Indonesia yang memeluk agama Kristen yang biasanya melarang segala bentuk tradisi China ini. Untuk memberikan sedikit pencerahan, saya ingin berbagi dengan Anda tentang tradisi apa saja yang biasa kita lakukan saat Tahun Baru Imlek dan makna dari setiap kegiatan tersebut bagi kehidupan kita.
Berapa Lama Perayaan Tahun Baru Imlek Akan Berlangsung?
Perayaan Tahun Baru Imlek secara tradisional berlangsung dari Hari Imlek itu sendiri (hari pertama di bulan pertama dalam kalender Tionghoa) hingga Festival Lampion di hari ke-15 di bulan pertama.
Tradisi Apa yang Biasa Kita Lakukan Untuk Perayaan Tahun Baru Imlek?
Ada beberapa tradisi yang biasa kita lakukan menjelang datangnya tahun baru Imlek, seperti:
- Membeli pakaian baru
Sudah menjadi semacam tradisi bahwa kita harus membeli baju baru sebelum tahun baru Imlek. Menurut kepercayaan, kita harus mengenakan pakaian baru pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Hal ini dilakukan demi harapan dan semangat baru.
- Membersihkan Rumah
Kami biasanya membersihkan rumah sekitar 15 hari sebelum tahun baru Imlek. Makna dari kegiatan ini adalah untuk menyapu bersih nasib buruk dan membuka jalan bagi keberuntungan yang akan datang.
- Menghias Rumah dengan lampion, potongan kertas warna merah dan bait-bait
Kami biasanya menghias rumah kami dengan barang-barang dekorasi Imlek, seperti lampion, potongan kertas warna merah, dan lainnya. Kami juga memasang bait-bait terbalik di depan pintu rumah. Kata yang biasanya kami gunakan adalah 福 (Fu) yang berarti berkah untuk kebahagiaan, kekayaan, dan umur panjang.
- Menyajikan Makanan dan Buah-buahan untuk Leluhur Kami
Salah satu tradisi yang biasa kita lakukan adalah menyajikan makanan dan buah-buahan kepada leluhur. Hal ini merupakan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada leluhur. Karena berkat mereka, kita bisa hadir di dunia ini. Sayangnya, saat ini masih banyak orang dari agama tertentu yang menganggap kegiatan ini sebagai kegiatan pemujaan setan.
![]() |
Seperti inilah bentuk persembahan yang dipersembahkan saat Tahun Baru di rumah saya |
Komentar