Langsung ke konten utama

Buku Harian: Hati Yang Membeku

 Tidak terasa sudah hampir 7 bulan lamanya sejak aku berhenti bekerja dari Zandilac. Aku memutuskan untuk bekerja sendiri untuk mencari hidup yang lebih baik. Hari ini seperti biasa aku bekerja di depan laptopku membuat artikel-artikel untuk blogku. Ya… Aku memutuskan untuk mencoba menjadi seorang internet marketer dan mencari uang dari berbagai teknik IM mulai dari bermain Adsense, Affiliate Marketing sampai dengan jual beli online. Walaupun hasilnya belum terlihat, tapi aku tidak mau menyerah. Aku bertekad harus berhasil bekerja sendiri daripada harus kerja ikut orang terus menerus.

Hari yang kelihatan membosankan akan kembali berlalu. Satu yang kupikirkan beberapa tahun terakhir ini. Kapankah aku menemukan belahan hatiku? Aku pernah punya pacar 8 tahun lalu dan sejak putus dari dia, hatiku seperti membeku. Ketika mantan pacarku ingin kembali berhubungan denganku 3 tahun lalu, aku pun seperti tidak siap dan butuh waktu untuk menerimanya kembali. Walaupun tidak disangkal, aku masih sayang padanya, tapi aku takut untuk disakiti untuk kedua kalinya. Tapi pada akhirnya jodoh-lah yang berbicara. Dia akhirnya tidak mau menunggu dan memutuskan untuk berpacaran dengan orang lain sampai akhirnya menikah. Seperti apa yang orang bilang, bila tidak jodoh maka tidak akan bisa bersatu. Tampaknya aku dengan mantan pacarku ini memang tidak berjodoh.

Sejak dengan mantan pacarku itu, hatiku seperti tidak bisa berpaling ke cewek lain. Mungkin banyak orang yang menyebut aku ini kuno. Karena jaman sekarang, sudah bukan jamannya lagi setia-setiaan. Banyak temanku yang cowok gampang sekali bergonta ganti cewek, bahkan ada yang hanya dalam hitungan hari. Namun, aku tidak bisa seperti itu. Perasaanku terhadap cewek tidak mudah untuk berubah. Oleh karena itu, tidak ada rasa sedikitpun yang kurasakan terhadap semua cewek yang kukenal sejak putus dengan pacar pertamaku itu. Sampai-sampai terkadang aku berpikir, apakah aku harus mengesampingkan perasaanku dan menikah dengan cewek tanpa ada perasaan cinta hanya demi tuntutan hidup untuk bisa berpasangan. Selama beberapa tahun terakhir, aku pernah dekat dengan beberapa cewek dan beberapa dari mereka ternyata ada yang mempunyai perasaan terhadapku. Sayang sekali aku tidak bisa membalas perasaan tersebut. Hatiku dipenuhi rasa bersalah saat aku tidak bisa membalas perasaan seseorang yang suka kepadaku. Tapi aku pun tidak bisa memberikan harapan palsu kepada seseorang yang tidak aku sukai.

Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir sering sekali aku merenung. Siapakah jodohku ya Tuhan? Apakah aku bisa bertemu belahan jiwaku? Apakah aku akan menikah? Jodoh-lah yang akan menjawab semua ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terjemahan dan Penjelasan 彌勒救苦真經 Mi Le Jiu Ku Zhen Jing (Sutra Buddha Maitreya Menyelamatkan dari Penderitaan)

Pada kesempatan ini, saya akan membagikan terjemahan bahasa Indonesia dari kitab suci  彌勒救苦真經  Mi Le Jiu Ku Zhen Jing, salah satu kitab suci yang paling sering dibaca oleh para pengikut Yiguandao di vihara mereka. Terjemahan ini adalah hasil terjemahan saya pribadi dengan mengacu dari arti huruf per huruf-nya dan tentunya dibantu dengan referensi beberapa hasil terjemahan dari beberapa kalangan Yiguandao. Terjemahan dan penjelasan saya di sini bukanlah apa yang saya yakini secara pribadi, melainkan adalah arti dan makna dari kalimat per kalimatnya berdasarkan apa yang diyakini oleh kalangan Yiguandao. 

Studi tentang Yiguandao (Bagian 1) - Tiga Masa Pancaran 三陽

Di kalangan Yiguandao (di Indonesia lebih dikenal dengan Aliran Maitreya), kita sering mendengar kata-kata " 道真理真天命真 " yang artinya adalah Tao sejati, Kebenaran sejati dan Firman Tuhan sejati . Karena 理真 kebenaran sejati sering disebutkan di banyak ceramah yang diadakan di vihara kalangan Yiguandao, para umat Yiguandao akan beranggapan apa yang diceramahkan adalah sebuah kebenaran mutlak yang tidak mungkin salah.  Saya pun menyakini demikian selama puluhan tahun. Saya pribadi sebenarnya sudah sejak dulu hobi membaca dan saya adalah tipe orang yang tidak bisa kalau disuruh menelan mentah-mentah sebuah ajaran dan langsung mengyakininya sebagai dasar keyakinan tanpa melakukan crosscek terlebih dahulu. Masalahnya dulu kita punya keterbatasan dalam hal akses sumber literasi. Jaman dulu satu-satunya cara untuk mendapatkan akses ke buku-buku literasi adalah dengan menemukan buku-buku fisiknya. Belum ada internet dan belum ada device-device canggih seperti sekarang. Mendapatkan b...

Terjemahan dan Penjelasan Daodejing 道德經 (Bab 1) Tao dan Nama

Sudah cukup lama, saya tertarik belajar mengenai Tao Te Cing dan baru tahun ini saya mulai serius mempelajarinya. Sebenarnya saya pernah mendengar beberapa kali penjelasan tentang Dao De Jing ini di vihara Yiguandao tempat saya sembayang dulu, tapi saya tidak pernah benar-benar mengerti penjelasannya karena sepertinya apapun bunyi baitnya, penjelasannya selalu diarahkan dengan narasi dan doktrin versi mereka sendiri. Karena itu saya memutuskan untuk belajar sendiri mengenai Tao Te Cing ini langsung dari teks aslinya. Karena saya sudah menguasai sedikit bahasa mandarin, saya mengartikan tiap kata-katanya langsung dari bahasa mandarinnya dibantu dengan kamus untuk memahami lebih dalam per katanya. Untuk membantu pemahaman, saya membaca beberapa buku penjelasan mengenai Tao Te Cing yang bagus salah satunya adalah buku Dao De Jing Kitab Suci Agama Tao tulisan Dr. I. D. Like Msc dan Dao De Jing The Wisdom of Laozi tulisan Andi Wang . Ada juga beberapa buku terjemahan Dao De Jing berbahasa I...